>Untukmu, Guruku…!!

>(today, Hari Pendidikan Nasional)

(1)

“S’kuntum melati harum mewangi

Kupetik, kurangkai untukmu…

Bintang gemerlap di langit tinggi…

Kuraih, kurangkum untukmu, Guruku…

(Reff)

Cinta kasih tulus…

S’lalu kau berikan, pada kami…

Ingin kusematkan bintang jasa tanda..

Terima kasihku…

(2)

Takkan kulupa sepanjang masa..

Tuntunan yg t’lah kau berikan…

Semoga bahagia dalam hidupmu

Ku s’lalu berdo’a untukmu, Guruku…”

Lagu itu ciptaan guru seni musik tiwi di SDI. As-syafi’iyah 02 untuk keperluan pentas operet di hari perpisahan kelas 6 angkatan 1990.

Dan, sebagai salah satu pemain operet yg diwajibkan melakukan latihan setiap hari sebelum hari “H”, lagu itu tentunya menjadi sangat akrab hingga otomatis bisa dihapal luar kepala.

Bahkan sampai sekarang, “lagu yg judulnya tiwi lupa itu” masih menjadi salah satu kesukaan tiwi.

Easy listening, dan begitu bermakna…

Di postingan kali ini, tiwi nggak mau berkata banyak. Nanti malah jadi berat seperti postingan kemarin yg kaya’nya buat tiwi juga masih “ajaib” !! 😀

Banyak YM yg muncul setelah postingan “COKELAT” itu… *ma kasiiihhhh !*

Tiwi cuma mau bilang…

Tanpa kehadiran guru-guru dari mulai TK, SD, SMP, SMA hingga di Perguruan Tinggi, tiwi yakin nggak akan bisa menjadi seperti yg sekarang ini.

Mereka jugalah yg mengajarkan tiwi mulai dari merangkak, tertatih, berjalan hingga bisa berlari

Jadi, sepertinya tidak ada kata yg lebih tepat di hari ini selain…

Terima kasih, guruku… !!

Tiwi janji, akan selalu mencoba meneruskan apa yg telah kalian berikan dan lakukan kepada tiwi…

(Toh, menjadi guru, tidak harus selalu dari sekolah kan pak, bu ??)

Salam hormat tiwi kepada seorang teman yg lebih memilih mengabdi di kampus STT Telkom demi berputarnya ilmu itu… do’aku buat kamu, pak… semoga Allah menggantinya dengan yg lebih baik !

Salam kagum tiwi kepada adik ke-2, yg dari kecil sudah bercita-cita menjadi seorang guru TK, dan konsisten hingga sekarang, walau konsekuensinya ilmu Kimia-mu hendak dikemanakan, dik ?? 😀

Salam sayang dan bangga tiwi kepada mama, yg mengabdikan masa istirahatnya, di sebuah SD negeri di depan rumah… semoga keinginan mama menjadikan anak-anak itu bisa seperti kami, bisa terlaksana ma…

Terakhir, salam cinta tiwi kepada seluruh guru di manapun kalian mengabdi…

Tidak ada pekerjaan yg lebih mulia, dibanding berusaha membagi apa yg kita punya kepada orang lain,

tanpa mengharap apapun, selain keinginan supaya ilmu itu bisa lebih berguna jika dibiarkan terus bergulir…

Semoga Allah memuliakan semua guru yg ada di bumi ini dengan syurga-nya kelak di hari akhir nanti…

Dan ingat selalu,

“Sampaikanlah, walau hanya satu ayat…”

Semoga pendidikan di Indonesia (terutama pendidikan dasar) segera membaik.

One thought on “>Untukmu, Guruku…!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *