Pembuatan Paspor Anak

Sebenarnya prosesnya sudah lewat lama banget. Nyaris setengah tahun kaya’nya. Tapi karena sudah niat, dan mumpung lagi ada waktu, monggo disimak proses pembuatan paspor untuk anak-anak yaa.. Mudah-mudahan berguna. (lagipula Deย hari ini bikin paspor juga, nanti keduluan dia lagi update-nya ! hahaha..)

Jadi sekitar bulan Mei 2012 yang lalu, kami merencanakan jalan-jalan lagi di pertengahan tahun. Sekeluarga. Hmm, tapi Ogie kan belum punya paspor yaa… Kudu bikin dong artinya !? Untungnya, saat itu saya sedang menjalani dinas luar ๐Ÿ˜€ Jualan di outlet dekat rumah. Insya Allah waktunya lebih flexibel lah yaa…

Persiapan untuk membuat paspor Ogie kali ini benar-benar bikin jantung deg-deg-an abis lah… Maklum, urusan dengan birokrasi selalu membuat tiwi sakit perut sejak berhari-hari persiapan. Kalo’ waktu pembuatan paspor asha kan memang mendadak, jadi pilihannya waktu itu “nebeng” sama kakak-nya teman yang bekerja di Kantor Imigrasi. Alhamdulillah, sehari jadi. Walaupun memang nggak tahan di sisi kantong ๐Ÿ˜€

Untuk Ogie kali ini, kan masih ada sebulan lah persiapan. Lagian kakak-nya teman sudah pensiun. Hehehehe… Belajar dari pembuatan SIM yang lalu, birokrasi tidak sesulit yang dibayangkan kok ternyata yaa… Mari Googling !
Hasil Googling cukup banget membantu. Walaupun masih kecolongan di tahap akhir.

Prosesnya sebagai berikut :

    1. Daftar online diย http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp
    2. Isi semua field yang ada di formulir online. Ikuti petunjuk-nya yaa…
    3. O iya, untuk pendaftaran online, siapkan terlebih dahulu hasil scan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Karena nanti akan diminta untuk di-upload. Untuk anak-anak :
      • Akte Kelahiran Anak
      • KTP Orang Tua
      • Surat Nikah Orang Tua
      • Kartu Keluarga
      • Paspor Orang Tua
    4. Setelah semua persyaratan diupload, akan diminta untuk memilihย Kantor Imigrasi yang diinginkan untuk penentuan jadwal proses wawancara dan foto serta pemeriksaan berkas asli (yang tadi di-scan, siapkan fotocopy-nya 1 bundle, lalu dibawa juga asli-nya saat wawancara).Untuk pemilihan Kantor Imigrasi ini, usahakan piliha Kantor Imigrasi yang sudah memiliki loket pendaftaran online yang terpisah. Contohnya, Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Karena akan sangat membantu saat pengambilan nomor antrian pendaftaran dokumen. Nomor antrian online cenderung lebih sedikit. BELUM SEMUA Kantor Imigrasi memiliki loket online yang terpisah. Teman saya di KanIm Depok, tetap harus mengantri bersamaan dengan yang proses reguler. Akibatnya ?! Tetap lammmmaaaaaa…
    5. Kalo’ sudah selesai proses kita akan mendapatkan nomor proses yang harus dijadikan satu dengan dokumen yang harus dibawa ke KanIm yang sudah dipilih sesuai jadwal. Pastikan bentuk-nya seperti ini yaa…Nomor Pendaftarandan belum sah kalo’ masih seperti ini outputnya :Form Permohonan ErrorItu artinya prosesnya belum berhasil sempurna. Ada kemungkinan, ada sesuatu di PC kita yang mem-block suatu fungsi. Coba cek browser yang digunakan deh. Monggo diulang lagi… Karena output yang seperti itu akan ditolak oleh petugas. Jadi percuma coba-coba… Cukup saya aja yang mengalaminya yaa..
    6. Kalo’ sudah mendapatkan nomor permohonan dan jadwal, datanglah pada hari yang sudah dipilih (kalo’ di KanIm yang tidak sibuk, biasanya hari ini kita mengisi online, besok sudah dapat jadwal untuk hadir di KanIm. Kalo’ KanIm yang sibuk seperti JakSel, waktu itu saya mengisi di bulan Mei, baru bisa memilih hari di Agustus ๐Ÿ˜€ Lama yaa…). Bawa : copy dokumen yang di-upload, materai Rp 6.000 satu lembar untuk Surat Pernyataan yang nanti didapat di KanIm, dokumen asli untuk dicek. Pada tahap ini, anak-nya belum perlu dibawa.
    7. Di KanIm, kita harus membeli lagi map+formulir yang harus diisi (padahal mah sama saja isian-nya seperti saat mengisi proses online, cukup nyebelin sih !). Dan kalo’ paspor-nya untuk anak-anak, akan ada Surat Pernyataan yang harus ditandatangani di atas materai oleh salah satu orang tua. Saya lupa harga map+formulirnya berapa. Tapi tidak terlalu mahal kok !
    8. Setelah diisi, baru kita boleh mengambil nomor antrian yang akan dilekatkan di map berkas kita.
      antrian

      Antrian

      Berkas Formulir

      Berkas Formulir

      Tunggu yaa sampai nomor kita muncul di layar panggil.

      Ruang Tunggu

      Ruang Tunggu

    9. Setelah dipanggil ke loket online, akan dilakukan verifikasi data. Ini enaknya pendaftaran online, karena pada saat upload, itu sebenarnya proses sudah dimulai sejak kita belum hadir. Data-data kita sudah ada di server Imigrasi. Makanya bisa lebih cepat prosesnya sepertinya. Setelah tahap ini, kita dibeli undangan untuk proses wawancara + foto.Waktu itu, Tiwi datang sekitar jam 7.30 pagi. Dipanggil sekitar jam 8.15. Lalu diberi seperti kupon untuk wawancara + foto jam 2 siang (14.00) di hari yang sama.
    10. Alhamdulillah, karena saat dinas luar, ada kesempatan OFF satu hari, jadi hari itu langsung balik ke rumah. Istirahat sebentar. Setelah asha pulang sekolah, langsung berangkat lagi ke KanIm. Kali ini Ogie dibawa.
    11. Setelah sampai di KanIm, lagi-lagi harus mengambil nomor antrian. Kali ini untuk membayar. Alhamdulillah, nggak terlalu lama menunggu panggilan bayarnya. Biaya resmi pembuatan paspor adalah Rp 255.000 yaa…Siapkan uang pas !Loket Pembayaran
    12. Setelah selesai bayar, akan dapat lagi nomor antrian untuk foto + wawancara (nggak go-green yaa… berkali-kali print nomor ituuhh… !)
      Bukti Bayar + Nomor Antri Foto

      Bukti Bayar + Nomor Antri Foto

      Ruang Foto + Wawancara

      Ruang Foto + Wawancara

      Di tahap ini Ogie mendapatkan kemudahan, Alhamdulillah. Hekekekeke… Karena nomor tunggu yang kami dapat lumayan masih cukup lama saat itu, dan dia udah capek banget sepertinya nunggu, jadi pas diajak main sudah nggak mood. Plus juga, jam-jam segitu adalah jam bobo siang-nya. Jadi sempet ada pak Petugas yang melihat kepala dia jatuh-jatuh susah payah nahan kantuk ๐Ÿ˜€ Akhirnya kami disuruh masuk duluan. Sudah nolak-nolak dulu sih, menghargai sistem antrian. Tapi sekitar 3 orang yang akan kami lewati juga nggak berkeberatan dilangkahi prosesnya oleh seorang anak unyil ๐Ÿ˜€ *ma kasih yaa pak, bu !* Tapi dasarnya emang nggak boleh nyelak yaa… sampe di depan petugas foto-nya, PC-nya hang ajah dong ! Hahahaha… Tetep ajah akhirnya barengan yang nomor sebelum kami akhirnya. Hedeehh… Dan Ogie sukses bobo saat wawancara ๐Ÿ™‚ Syukur aja udah lewat sesi foto-nya…

    13. Setelah selesai foto+wawancara, sebenarnya sudah selesai juga proses pembuatan paspor. Untuk menunggu buku paspor, dibutuhkan 3 hari kerja. Kita hanya harus menyerahkan bukti bayar untuk mengambilnya. Saran saya : datang lebih pagi untuk mengambil, karena biasanya ada antrian juga… ๐Ÿ˜€

Jadi gitu ceritanya pembuatan pasopor Ogie ! Nggak sulit kan ?!
Pokoknya, setelah menjalani ini, Tiwi sih bertekad, nggak akan mau lagi memanfaatkan jasa calo. Konsekuensinya, paspor diperlakukan seperti KTP sih seharusnya. Setelah masa berlakunya akan habis, segera perpanjang. Jadi nggak keburu-buru pas butuh ! Kesan-nya boros ya ? Tapi kan Rp 255.000… Borosan mana sama Rp 1juta hayo ?! :p

Yuks, jalan-jalan… !

5 thoughts on “Pembuatan Paspor Anak

  1. Brave

    Kalau kedua orang tua anak tdk punya surat nikah apakah sang anak tdk berhak memiliki paspor? Pihak imigrasi malah minta bayaran extra sampai 700an ribu untuk membuatkan sura keterangan. Sy sungguh tidak mengerti dengan pola hukum dan peraturan negara ini. Padahal jelas2 si anak tercantum dlm KK. Lantas bagaimana nasibnya anak hasil perkosaan yg tidak pernah diketahui siapa ayah nya?? Mohon dibantu penjelasannya. Terma kasih.

    Reply
    1. tiwi

      waduh, untuk menjelaskan hal yang ditanyakan ini, sepertinya saya bukan pihak yang berwenang dan nggak punya keilmuan masalah ini.
      mohon maaf yaa belum bisa membantu kali ini..

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *