Tentang

Tiwi, terlahir dengan nama Pratiwi. Anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Prakiswo dan Supiarsih. Lahir dan besar di Jakarta. Menempuh pendidikan di SDI. As-Syafi’iyah 02 Pondok Gede, SMP Angkasa Halim dan SMA Negeri 48 Jakarta.

Setelah tertolak di jurusan yg dituju di Arsitektur UI, memutuskan meneruskan ke Teknik Elektro – STT Telkom. Satu-satunya jurusan Elektro yg didaftarnya, tapi nggak tau kenapa, malah nembus… Aneh.

Tomboy, keras kepala, nggak bisa diem seakan sudah menjadi trademark-nya.
“Abang” adalah panggilan akrabnya saat SD !! [wong dari kelas 6 SD senengnya udah bantuin supir jemputannya nyetir :D].
Sejak kecil, nggak tau kenapa lebih suka berteman dengan teman-temannya yg lelaki ketimbang perempuan, walaupun untuk teman terdekat atau sahabat tetap perempuan [Erwin adalah teman lelaki terdekat, ever…]. Makanya, agak-agak sulit buat tiwi membaca apakah ada “sinyal-sinyal” dari cowok-cowok yang katanya mungkin muncul… Karena emang sudah sangat terbiasa dikelilingi cowok ! *sigh*
Mungkin keinginan kuat yg tidak mungkin terkabul, memiliki kakak cowok, juga membuat seorang tiwi lebih nyaman berada di antara teman-teman lelakinya.

4 tahun di Bandung membuat seorang Tiwi menjadi lebih dewasa dan lebih muncul sisi kewanitaannya, karena harus mengontrak, jauh dari rumah dan mengurus semuanya sendiri. Termasuk memasak dan bersih-bersih rumah.

Balik ke Jakarta setelah lulus di tahun 2001, Alhamdulillah langsung bekerja sehari setelah wisudanya. Menjadi seorang webmaster… bisa dibilang nyasar kalo’ dilihat dari jurusan Elektro yang merupakan background pendidikannya.

Di tahun yang sama, Tiwi melanjutkan kuliah di jurusan Manajemen FE-UI [sekalian nyasar rencananya…] dan lulus di tahun 2003. Balik menjadi anak rumahan, dan bakalan menggeleng kuat kalo’ sekarang ini ditawarkan untuk kost kembali. 7 tahun menjadi anak kost, sudah cukup. Saatnya hidup nyaman 🙂

7 thoughts on “Tentang

  1. Indra

    Tiwi,

    seneng bisa ketemu blog nya. Tadi muter muter dari blognya p Mahmud trus nyasar kesini. Masih inget Indra? Temen kelasnya Irma. Dulu anak sukabirus juga, kos-ku di belakang ibu pedagang lotek.

    Salam

    Reply
  2. sayid s.

    Di Indonesia, banyak gak seperti kamu? sukses, mandiri, dan tekun mungkin tabah sampai akhiiiiiiir.Salut!

    Reply

Leave a Reply to OP Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *