Tag Archives: 4

She’s 4 !

Alhamdulillah, Asha 4 tahun hari ini.
Nggak pernah habis “keajaiban-keajaiban” yang dimunculkan bocah kecil ini di rumah kami.
She’s my home… My reason for coming back, from wherever i am.

Katanya, 4 tahun itu disebut fase “frustating four”. Karena pertanyaan-pertanyaan anehnya dari si kecil…
Tapi jangan takut, nak. Insya Allah, mama akan selalu punya jawabannya buat kamu. Just come to me. I will answer those questions you have 🙂

Asha 4 tahun…
Secara fisik, tubuhnya sudah di atas kurva pertumbuhan yang ada di buku kontrol dokternya. Tapi di sekolahnya, nyaris rata-rata deh… Besar-besar yaa anak sekarang 😀
Sudah bisa naik tangga alumunium yang tinggi banget sendiri. Tangga ala rumah atau parkiran mall gitu sih sudah nggak mau dipegangin lagi sekarang. Sudah mulai mau naik sepeda. Sudah bisa memukul bola tenis menggunakan raket-nya sendiri 😀 (kemampuan ini ditemukan tidak sengaja di Bandung. Waktu menemukan lapangan tenis, dikasih raket, tangannya langsung mengayun secara natural… Langsung nagih punya raket tenis beneran ! nanti yaa nak, tak ajarin kamu yg lebih rutin !).

Secara intelektual, Alhamdulillah sudah bisa menyusun puzzle dari yang 25 pieces sampe’ 75 pieces dengan sangat lancar setelah beberapa hari sejak beli dimainkan terus. Pertanyaan-pertanyaannya juga memang ajaib selalu, dan biasanya nggak puas dengan satu jawaban saja. Sudah makin banyak hapal buku cerita (iyaa, saking seringnya dibacakan, akhirnya malah bisa melakukan story telling ala asha, tanpa buku :D), dan makin hapal surat-surat pendek yang diusahakan tiap malam diulang-ulang.

Yang paling seru adalah : kalo’ asha sudah ber-akting menjadi guru-nya di sekolah, atau jadi Ms. Nad ala Cbeebies. Bener-bener persis poll !! “Yak, yang muslimah barisnya di sini yaa… Yang laki-laki di sebelah sini !” ; “Ayo, tangannya yang siap, tidak boleh begitu !” (sambil menggoyang-goyangkan tangan dan kepalanya…) Duh, lucu banget.. beneran hiburan di malam hari kalo’ liat dia lagi bertingkah seperti itu.

Asha juga sudah mulai paham dengan sebab-akibat. Di belakang pernyataan laranagn tiwi selalu ada pertanyaan : “Nanti bisa apa, ma ?”

Makanya, sekarang kalo’ melarang dia sesuatu, harus dengan alasan yang benar. Bukan ditakut-takutin lagi.
Seperti pernah, tiba-tiba sebelum tidur dia bilang…
A : “Mama, asha boleh makan *menyebutkan merek makanan ringan* ya ?”
S : “Nggak boleh, nak… Asha nggak boleh makan itu. Makan yang lain saja yaa. Kan udah dibuatkan macaroni tuh sama mama, atau puding coklat…”
A : “Emang kalo’ makan *merek” kenapa, ma ?”

🙂 Hal-hal seperti itu. Asha sudah nggak bisa lagi dibilang cuma “Tidak boleh”. Harus ada alasan yang masuk di pemikiran dia kenapa dia tidak boleh makan atau melakukan itu.
Kadang satu alasan pun belum cukup buat dia. Makanya, harus rajin baca dan cari tahu juga… 😀

Secara Emosional, buat kami asha masih tetap “bayi” kami. 🙂
Tetapi sekarang dia lebih sensitif. Kadang kalo’ melihat tiwi diam, dia suka bertanya “Mama kenapa ?” Hehehe…
Kalo’ diomongi agak keras, matanya mulai berkaca-kaca.
Sudah lebih mandiri sekarang ini. Sudah bisa dimintakan tolong yang agak-agak “berat” 😀

Secara sosial-nya yang agak membuat kami takut di usianya yang sekarang. Dia mulai senang bermain dengan anak-anak sebayanya. Tanpa rasa takut !!
Dia pernah terpisah sebentar dari kami di sebuah mall, karena mengikuti seoarang kakak, versi dia, yang membawa crayon dan buku gambar. Di pikirannya, dia mau bermain dengan si kakak. Hehehe… Alhamdulillah keburu sadar kalo’ dia berbelok arahnya.
Kalo’ sedang bermain di playground pun, kesukaan asha mengajak anak lain salaman. Tapi caranya kadang malah membuat anak itu menangis 😀 Duh nak, nggak semua anak se-preman kamu kali :p

Barusan saja tiwi telepon ke rumah. Ternyata asha dibuatkan surprise party oleh guru-gurunya. Hehehe… Nggak sabar mendengar ceritanya gimana tadi dia dikagetkan oleh teman-temannya.
Karena sedang shaum Ramadhan, kami memang tidak membuatkan syukuran ulang tahun di sekolahnya. Kami merencanakan membuatnya di rumah Bondowoso nanti setelah Lebaran. Pengen ajah melihat bagaimana dia berbagi dengan teman-temannya di sana 🙂

Selamat ulang tahun yaa, nak.
Doa kami selalu terlantun untuk-mu anak-ku.
Semoga Allah menjadikan kamu perempuan mulia, yang ditinggikan derajatnya di hadapan manusia di dunia maupun di akhirat nanti.
Be good to others. Be whatever you want. We will always be there to support you.