Tag Archives: al-marjan

Asha & Hapalan

Sebagai orang tua, tiwi berusaha sebisa mungkin tidak membuat target muluk-muluk untuk asha, selain mengharapkan dia bertumbuh menjadi anak yang sholehah, yang sehat, yang cerdas, yang bermanfaat bagi sesamanya, dan nggak akan pernah menjadi pribadi yang merusak dirinya sendiri maupun orang lain.
(kadang mengucap sih, nantinya asha akan jadi dokter… :p tapi itu bukan target buat asha kok, melainkan cambuk buat kami sebagai orang tua untuk mencari uang lebih giat :p kedokteran kan mahal tho…)

Sepertinya itu saja sudah akan membuat hidup tiwi berkualitas, dan puas karena menurut tiwi itu adalah sebuah kesuksesan sebagai orang tua yang dititipkan amanah oleh Allah.

Tapi Sabtu kemarin, asha sudah memberikan “bonus” bangga kepada kami sebagai orang tuanya. Apalagi bagi tiwi, yang masih “setengah-setengah” menjalankan fitrah sebagai pendidik utama-nya.

Iyaa.. di sekolah-nya ada perlombaan menyambut Tahun Baru Hijriyah. Dan untuk kelas KB, lombanya adalah hapalan 3 doa pendek; Doa mau makan, doa untuk kedua orang tua, dan doa mau belajar.
Tiwi nggak terpikir lomba ini akan menjadi lomba yang serius, karena memang tidak dibilang dalam rangka apa. Makanya nggak ada persiapan khusus menyiapkan asha.

Tapi ternyata penilaiannya dilakukan oleh Kepala Sekolah, beberapa guru dan perwakilan POMG. Tiap anak dipanggl maju ke depan kelas, dan melafalkan doa-doa tersebut. Pake’ gaya tangan diangkat seakan sedang berdo’a.
Kaya’nya kalo’ tiwi yang disuruh lomba waktu TK, udah nangis terbirit-birit tuh… 😀

Whuaaa… dan Alhamdulillah asha lancar melafalkan doa-doa tersebut. Karena memang sudah dibiasakan di rumah, walaupun tidak sedang ada event lomba… 🙂
Ketika sedang bermain, ketika sedang makan, ketika mau tidur, bahkan ketika sedang loncat-loncatan, diusahakan selalu diselingi dengan hapalan-hapalan maupun pola bermain edukatif yang merangsang asha untuk berpikir logis maupun mengingat. Namanya anak kecil, kemampuan fokusnya memang katanya kan harus dilatih sejak dini tho…?!

Alhamdulillah, bonus achievement di Sabtu, 30 Januari 2010 dari asha, menjadi Juara ke-2 di kelas KB untuk Lomba Hapalan Doa-doa pendek.. 🙂
Thank you, kiddo… we’re so proud of you !!
*dan parahnya, asha-nya ekspresinya datar saja tuh pas menerima hadiah !! Padahal emaknya yang motret udah mau menetes air matanya =))*

PS :
Tapi insya Allah tetap, tiwi janji tetap nggak akan membebani asha dengan target-target muluk sampai dia mengerti sendiri bahwa terkadang dalam hidup, kita harus berkompetisi… 🙂
Toh dari kecil juga tiwi dibesarkan dengan model seperti itu… tidak mengenal jadwal tetap keseharian untuk belajar, tidak pernah diwajibkan untuk menjadi ranking berapa… 😀 Alhamdulillah, baik-baik saja kan hasilnya… :p

Celoteh Asha

Mumpung fungsi blog belom dibatasi… dan memang penggunaannya terserah si empu-nya tho, yaa gpp kan tiwi menuliskan celoteh-celoteh Asha akhir-akhir ini supaya bisa didokumentasikan. Hekekeke…
Sayang banget celoteh-celoteh cerdas dari seorang anak kecil berusia 3 tahun ini kalo’ harus tercecer begitu saja… 😀

1. Setting : Belajar Upacara di TK Al-Marjan 02

Guru [G] : “Nah.. sekarang, siapa yang hafal Pancasila ??”
Asha [A] : (tunjuk tangan di barisan) “Ashaaaaaaaa…” (asha memang tidak cadel dalam menyebut namanya menjadi “Aca” atau apalah… dari dulu dia selalu jelas menyebut “asha” dengan “sha” yang tebal :D)
G : (tertawa sambil memandang seorang anak KB tidak percaya… tapi namanya jg sudah berani tunjuk tangan yaa…) “Asha bisa, Nak ? Ayo coba maju ke depan…”
A : (maju ke depan sebelah ibu guru)
G : “Ayo sha… PANCASILA !”
A : “Ciaaattttt…” (sambil memeragakan gerakan PENCAK SILAT !!)

=))
Asha memang selalu kami ajak menghadiri undangan-undangan nikahan. Termasuk undangan nikahan ala Betawi. Sejak saat itu, dia memang sudah mengenal gerakan-gerakan dasar pencak silat, dan selalu mengulangnya di rumah beserta sound effect “ciaaattt…”
Tapi asli, plesetan PANCASILA ke PENCAK SILAT… itu baru berhasil kami terjemahkan di malam hari saat mau tidur, waktu tiwi mencoba mengajarkan kembali sila-sila dalam Pancasila.

Gpp ya, Nak. Yang penting tunjuk tangan, dan dapet bintang 😀

2. Setting : Mobil, berkendara mobil hanya berdua Asha

Tiwi [T] : (bersenandung mengikuti radio sambil mengetuk-ngetuk steer wheel)
A : “Mama… masak nyetir kaya’ gitu…!!” (sambil menarik tangan tiwi supaya diam dan kembali menyetir dengan benar !)
T : “Kenapa emang nak ?” (menengok ke asha, sambil malah melepaskan kedua tangan dari steer wheeel)
A : (dengan tampang panik) “Mamaa…. ndak boleeehhhh !”

Hahahaha… safety riding campaign by a 3-year-old kiddo !! :p

3. Setting : Ruang Makan dan Teras Belakang Rumah. Minggu Pagi.

Saat itu memang sedang ada teman Erwin yang menginap. Namanya Wildan. Dia sedang mencari-cari rumah tinggal di sekitar rumah kami. Makanya sudah beberapa kali berkunjung dan bermalam di rumah kami.

T : “Sha, panggil papa sama om Wildan, Nak… Bilang, sarapan Pa, gitu…”
A : “Om Wildaaannnn ayoooo makaaannnn dong… Kan udah dibuatin tuh sama mama….Ayo, makan !!”
(dengan nada berteriak dan berlari-lari dari arah ruang makan ke teras belakang tempat papanya dan wildan sedang membaca koran)

Semua yang mendengar : (tertawa terpingkal-pingkal)
Karena mendengar omelan anak kecil di pagi hari… =))

Kalo’ Asha susah makan, memang tiwi selalu bilang “Asha, ayo dimakan dong… Udah dibuatin juga sama mama…”

Anak kecil… what they say is what they hear… 😀

You really make our days, kiddo…
Thank you Allah for sending you here to us.

Pertama-nya Asha

Hari ini, 4 November 2009

Asha get first STAR stamped on her hand !!

Buat apa ?! Karena Asha berani tunjuk tangan untuk nyanyi di depan kelas dalam acara ulang tahun temannya. Cool, kiddo !!
Lagunya : “Jika Pulang Sekolah” *lengkap dengan instrumen ck..ck..ck-nya =))*

Hari ini juga, Asha’s first time crying at school !

Kenapa ?! Karena ditahan oleh gurunya saat sudah mau membalas memukul temannya yg sudah mendorong dia saat sedang baris =))

Jangan galak-galak dong, Nak…