Tag Archives: bondowoso

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Walah, bener kata de ini sih… Udah mau Idul Adha, baru sempet lagi ngupdate blog – tentang Idul Fitri pula, hehehehe… 😀

Cerita mudiknya emang udah basi yaa sepertinya… Tetapi, biar tuntas dan biar cerita mudik pertama Asha lengkap, akan Tiwi lanjutkan ceritanya… 😀

Setelah malam pertama di Bondowoso yang sempet ngebuat Tiwi dan Ibu stress… (plus mama di JKT yg tiwi telepon malam-malam minta do’anya biar Asha tenang…), malam-malam berikutnya tetap sama rewelnya. Nggak minta pulang sih… Tp minta pergi ke rumahnya… 😀 Hehehe… anak pinter…
Tapi kami sudah menemukan solusi untuk itu, yaitu dengan membiarkan tiwi dan asha hanya berdua di kamar sesudah maghrib. Kondisi yang persis sama jika kami ada di rumah JKT… 😀
Dan itu berhasil banget lho !! Kalo’ cuma berdua, dia mau main sampe’ katawa-ketawa dan capek sendiri sebelum akhirnya diurut-urut dikit lalu bobo…
Alhamdulillah, ternyata solusinya mudah saja 😀 Asha hanya benci keramaian…

Lebaran di BDWS hampir sama dengan kondisi di rumah JKT. Setelah sholat Ied, kami berkeliling bersilaturahmi. Asha dapet angpaw buanyak lho !! Hehehehe.. enak yaa nak jadi anak kecil 😀
Yang membedakan hanya sholat Ied di sana pagi sekali. Jam 6 pagi sudah dimulai sholatnya… Untung asha memang sudah bangun sekitar segitu.
Tiwi nggak sholat, karena menjaga asha, tetapi kami tetap menuju masjid.

Hari ke-3,4,5 di BDWS kami isi dengan berkeliling ke rumah-rumah saudara. Dan sempat juga rekreasi ke pantai Pasir Putih yg menjadi icon tamasya laut di daerah sana. Waduuhhh… nggak sia-sia deh mengajak asha ke Pasir Putih. Ini memang pengalaman pertama dia main ke laut. Dia excited sekali !! Weww… Nggak ada takutnya sama air maupun ombak tuw anak…
Bahkan asha jg naik perahu dan meneropong ikan di tengah laut lho… Pasir Putih merupakan tempat yg lumayan dilindungi kekayaan alam lautnya sepertinya. Terumbu karang dan jenis ikannya masih lumayan banyak…

asha - anak pantai

Hari terakhir di BDWS, diisi dengan berburu oleh-oleh khas daerah sana. TAPE !! Yg parahnya, ternyata habis diserbu para pemudik. Nggak biasanya lho… Sampai-sampai tiwi dan Maya, adik ipar, janjian dulu sama tukang tape-nya buat disisakan tape buatan hari itu. Demi dibawa ke JKT. Nggak afdhol kaya’nya balik ke rumah dr BDWS tanpa tape… 😀

Hari H kepulangan ke JKT, diawali dg SMS dari pihak Mandala yg men-delay perjalanan dari pukul 18.30 ke 20.00 WIB. Waduuhhh… paling males deh delay-delay-an kaya’ gini… Tp untuk perjalanan dr Juanda, memang kami sudah memprediksikannya. Selalu mengalami soalnya.

Berhubung masih ada budhe dari papa yg harus kami datangi di SBY dan ada janji dengan De untuk lebaranan di SBY ajah daripada di JKT, jadi jadwal keberangkatan kami dr BDWS tetap pagi-pagi.
Seperti biasa, bawaan balik pemudik selalu beranak pinak. Apalagi dr rumah Erwin yg tetangga juga saudara. Oleh-oleh datang mengalir sejak H-2 balik. Percaya atau tidak, kami dibawakan 2 ekor ayam sebagai bekal !! Hehehe… Terima kasih, Lik…

Asha sedikit lebih bertenaga saat perjalanan ke SBY ketimbang perjalanan sebelumnya menuju rumah. Mungkin karena masih pagi yaa…Sepanjang jalan sibuk bernyanyi dan memperhatikan bus yg lewat…
Hebat kamu, Nak… Kita yg udah pada gede ajah sampe capek ngeladeninnya 😀

Di tengah jalan ke SBY, kembali ada SMS dari Mandala yg men-delay kembali jadwal yg sudah delay, menjadi pukul 23.59 !! Edun… Nggak mau ngasih kompensasi hotel kaya’nya, makanya dibela-belain diundur tetap di hari yg sama… 😀

Sudah kepalang di tengah jalan, kami nggak bisa menunda lagi kedatangan di SBY. Akhirnya, pertolongan datang 😀 De dan Masguh bersedia menampung dan mengantarkan ke Juanda malam-malam… You both the greatest deh hari itu !! 😀 Terima kasih yaa..

Kasian Asha, setelah nggak berhenti beraktivitas hingga diantarkan Masguh ke Juanda, akhirnya dia tidur pules bahkan sampai kami boarding dan masuk ke dalam pesawat. Baru bangun beberapa saat menuju landing.

asha pules di juanda

Kasian sama mama dan papa jg yg ngotot ngejemput di BUISH walaupun pesawat di-delay sampe’ pagi buta gitu… Tetapi melihat ekspresi mereka dan Asha yg sepertinya saling kangen-kangenan, wajar saja sepertinya mama ngotot tetep mau ngejemput di jam 2 pagi !!

Sampai di rumah, hal pertama yg kami khawatirkan adalah, Asha mencari pengasuhnya dan akan kembali rewel…
Tetapi ternyata nggak lho ! Hal yg pertama kali asha lakukan setelah masuk ke rumah adalah menuju ruang bermainnya dan mengabsen mainan-mainan favoritnya !! =)) Lucu bgt kamu nak…

Sekitar jam 3.30 pagi, baru kami bisa merebahkan badan, istirahat, dan bersyukur sudah diberi kesempatan untuk bisa mudik, menyenangkan orang tua, dan selamat kembali ke JKT-nya… 🙂
Alhamdulillah jg, ibu sudah mengizinkan kami untuk tidak pulang tahun depan !! HOREEEE… bisa ditabung THR-nya kannn… :p

-selesai-

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Fiuuhh…. Berlalu sudah momen mudik kemarin. Alhamdulillah… Lega bgt rasanya sudah selesai urusan.
Mudiknya alhamdulillah lancar, seru, menyenangkan…

Ceritanya lengkapnya begini…

Mudik bagi kami se-rumah dimulai hari Sabtu, 27 September 2008. Pagi-pagi hari Sabtu kami sudah mempersiapkan rumah untuk ditinggal. Rak-rak sepatu dimasukkan ke gudang, keset-keset dirapikan, motor dipindahkan ke rumah mama, baju-baju yg sudah terlanjut basah dicuci dan dijemur, yang masih kering, ditaruh di tempat cucian kotor.

Alhamdulillah tinggal berdekatan dengan orang tua, untuk urusan mematikan dan menyalakan lampu, sudah dihandle oleh Papa 😀

Pukul 10.00 pagi, Asisten ke-2 dijemput oleh kakak-nya. Rombongan pertama berangkat !! Asisten ke-1 yg pulang menggunakan kereta, baru diantar ke stasiun setelah memberi Asha makan siang.. 😀
Ada insiden salah mengingat jadwal pula saat mengantar Asisten-1. Yang mestinya 18.30, tiwi kira 17.30. Padahal pukul 16.00 kami sudah ada di stasiun Kota 😀 Untung bapak supir nggak ngambek :p
Akhirnya diputuskan untuk menuju tengah kota untuk sholat Ashar, dan membeli bukaan shaum. Burger King Thamrin.. (Huhuhuhu, akhirnya selama Ramadhan, ngerasain jg buka shaum pake’ BK :p)

Dengan bawaan seperti orang yg pulang dari haji, cukup merepotkan bagi kami untuk mencari cara agar bisa membantu asisten-1 untuk bisa naik ke kereta. Apalagi akhirnya kami memutuskan membawa Asha saat mengantar. Supaya Asha sadar bahwa pengasuhnya memang akan pulang, dan nggak mencari-cari nantinya. Alhamdulillah, stasiun Kota tidak seramai yang kami kira. Jadi Erwin + asisten-1 masih bisa menarik tas bueessaaarr itu, dan hanya mengangkatnya saat akan naik kereta.
Sembrani yg sekarang bagus yaaa… bersiiiihhh sekali + nyaman. Jarak antar kursinya cukup besar, jadi kaki tidak terlalu pegal walaupun harus menempuh perjalanan jauh.

Melihat Asha yg antusias sekali saat di dalam kereta, akhirnya diputuskan untuk memberi dia pengalaman baru (lagi). Tiwi dan Asha naik kereta smp ke stasiun Gambir, Erwin menjemput kami di sana.
Huaduuhhhhh, yg namanya Asha, nggak bisa diam di satu kursi ! Dengan senangnya dia pindah-pindah bangku (karena kondisi kereta saat berangkat dr stasiun Kota masih kosong) dan melongok ke jendela saat ada lampu mobil menyorot dr luar… Lucunya kamu, Nak…
Saat turun di stasiun Gambir, suasana mudik baru terasa. Karena begitu kami keluar dr pintu Sembrani, lgs ada lampu sorot dari salah satu kameramen TV swasta yg sedang liputan. Weks, kabur yuk Sha !! 😀

Sampai di rumah, Tiwi sempat mau nangis. Karena ternyata Asha mengira pengasuhnya masih ada. Sibuk dia hilir mudik keliling rumah mencari-cari. Sampai ke belakang pintu pun dijabanin !! “Uwi… (panggilan ke pengasuhnya)… Baaaaa… !!” (main ci-luk-ba) sambil cengar-cengir PD bahwa pengasuhnya bakal ada di belakang pintu membalas ci-luk-ba dia. Duh naaak… maaf yaaa karena udah meninggalkanmu 5 hari dalam seminggu…

Baru pukul 23.30 WIB dia mau tidur. Itupun setelah menangis dan muntah di tempat tidur karena tidak berhasil menemuka pengasuhnya. Siapa yg nggak sedih melihatnya.
Tp malam itu Tiwi nggak mau memikirkan, karena kami harus bisa bangun pagi keesokan harinya. Atau kami akan terlambat terbang…

28 Oktober 2008
Waktu sahur, Tiwi sudah bangun untuk mempersiapkan perlengkapan Asha. Susu, makan pagi, dll. Thank to Zaralde for the nappy bag. Muat banyak lho !!
Sesuai rencana, Mama, Papa, Dini mengantar kami ke bandara. Udah kaya’ mo pergi haji kan !? :p Tp namanya juga ada Asha, semua belum rela harus berpisah seminggu penuh dengan dia 😀
Sampai di bandara pukul 07.00, masih 2 jam sebelum jadwal keberangkatan, Alhamdulillah.
Saat check-in, bertemu dengan teman TELKOM dan keluarganya. Lumayan, tukar cerita setelah sekian lama nggak ketemuan… Anaknya beliau seumuran Asha. Sempet berebut buku tuw anak berdua di boarding room 😀

Penerbangan Alhamdulillah lancar. Meskipun mengalami turbulence yg cukup bikin Erwin berpegangan erat di kursinya :p Di Juanda, tim penjemput sudah siap. Asha yg paling senang, karena bertemu kembali dengan pengasuhnya 😀
Karena kami akan menempuh perjalanan darat selama 6 jam ke BDWS, dr JKT sudah kami niatkan untuk tidak shaum di hari itu. Jadi, setibanya di Juanda, kami sarapan dulu sambil memberi makan Asha. Enak yaa Nak, sotonya…

Sampai di BDWS sudah pukul 18.00. Tidak ada perbedaan waktu antara JKT & BDWS. Cuma jadwal sholat-nya saja yg lebih maju.
Capek, lelah, lemes, mual. Tapi ternyata semua itu masih harus ditambah.
Sekitar pukul 20.30, Asha mulai rewel !! Ini yg nggak pernah terpikirkan oleh Tiwi (persiapan sakit, obat-obat, mainan, dll sudah kami cover sebelumnya, tp masalah mental, ternyata kami kurang memperhatikannya). Disangkanya kami harnya bertamu. Asha minta pulang…
Nggak berhasil mengalihkan perhatiannya, akhirnya dia menangis kejer…

Tiwi dan Ibu sudah tidak bisa lagi menahan untuk nggak ikut menangis. Kasian melihatnya… plus, kami tidak tahu harus berbuat apa. Sebelum akhirnya kami putuskan untuk membawa dia berkeliling dengan mobil, karena kelihatannya Asha sudah mengantuk.
Alhamdulillah, setelah putar-putar kota BDWS, akhirnya Asha tertidur. Satu hari terlewati… 😀