Tag Archives: Family

Jalan-jalan 2010 [1]

Wew.. udah lama juga yaa nggak “menulis” 😀
Sudah lumayan banyak cerita seru yg terlewat untuk diabadikan nih !

Dari mulai mudik Lebaran seru dengan mobil untuk pertama kali-nya, dan travelling ke luar negeri bertiga, juga untuk pertama kalinya ! Hehehe… Plus, kehebohan mengisi rumah beberapa bulan ini dengan hunting sana-sini termasuk Ikea (dengan nodong bantuan ke beberapa teman)

Kali ini, cerita tentang seru-nya jalan-jalan ke Singapura dulu yaa…

Jadi, dari sejak Asha sekitar usia 3 tahunan, kami sudah bisa melihat bahwa dia itu bener-bener makin kelihatan sebagai a really good observer and explorer ! Terutama buat new things !
Lha wong kalo’ ke mall atau ke tempat baru ajah, dia dengan mudah-nya mengingat penanda ancer-ancer, kaya’ model gedung, patung, dll. Baru belok dr arah Senayan ke Jl. Sudirman saja, dia bisa langsung bilang, “Sebentar lagi kita liat patung pizza yaa, ma”
Kata-kata “Selamat Datang, silahkan ambil tiket” yang keluar dari mesin karcis parkir mobil di mall-mall juga bisa menarik atensi dia sampai serius banget.
Makanya, waktu Erwin tanya : “kalo’ kita ada uang nganggur yang gak mungkin cukup juga buat bayar KPR, dll itu, kamu mau buat apa, ma ?”, jawaban saya cuma, pengen bawa asha mendarat di Changi Airport, dan liat muka ndeso dia ngalamin semua hal baru itu ! Hehehe…
Nggak usah asha kali yang masih unyil gitu, pertama kali saya ke Changi di usia 25 tahun saja, masih terbengong-bengong dengan semua fasilitas dan kesan “wah” yang airport itu kasih… Buat Erwin juga gitu. Changi bagi dia masih airport yang suka ngangenin… 😀

Alhamdulillah, di bulan puasa kemarin, memang rencana itu sepertinya diberkahi Allah 😀 Datanglah rejeki itu tanpa kita punya alokasi lain… Hehehe… Plus, ada agenda Erwin meeting di Batam urusan kerjaan di akhir bulan setelah Lebaran.
Makin jadi deh… Kado ulang tahun ke-4 Asha nih dari kami.. 😀

Urutan keribetannya seperti ini :
1. Asha belum punya paspor. Dateng dari mudik, hari itu juga langsung janjian dengan kakak-nya teman yang bekerja di Imigrasi. Alhamdulillah memang rejeki-nya asha, prosesnya cepat, selesai hari itu juga… 🙂
2. Skenario keberangkatan, meeting point dengan Erwin di Changi Airport. Artinya, akomodasi dia Jkt-Spore aman. Saya dan asha ? Mari berburu tiket lah… Airlines bebas, asal salah satu di antara PP-nya Garuda Indonesia… Pengen ngasih asha airline yang paling bagus di pengalaman pertama-nya ke luar negeri 😀
3. Hotel ? Alhamdulillah kali ini kami, termasuk asha, satu suara. Kita nginep dimana sha ? “Di hotel-nya mama !”
Hekekeke, itu hasil-nya kalo’ pergi kemana-mana didokumentasikan. Dia sering banget muter DVD dokumentasi waktu tiwi dan beberapa teman ke Spore, karena ada “Songs of the Sea”-nya.
Kami memang men-skenario-kan untuk menginap di York Hotel, dengan pertimbangan, kan kita mo liat asha lari-lari di Orchard Road yg lebar itu trotoarnya 🙂
4. Itenary selama di sana ? Go show ! Cuma tiket USS yang kami persiapkan dari sini, dengan pertimbangan, takut kehabisan pas sampai sana. Padahal kan USS itu termasuk tujuan utama kami membawa asha ke sana.

Oke All booked dengan total expense di bawah anggaran. Masih bisa belanja kitaa…

Perjalanan kami memang sangat-sangat diridhoi oleh Allah. Bagaimana nggak !? Saat Lebaran, saya mengambil cuti nyaris 10 hari di kantor. Dan kondisi saat itu saya sedang menjadi PIC migrasi untuk unit saya. Mengambil cuti 4 hari lagi supaya bisa liburan ? Kaya’nya kok kejam banget yaa terhadap teman-teman satu tim 🙂
Ndilalah, pada saat perjalanan mudik lebaran, saya mendapat tawaran menarik dari kantor lain yang sekarang menjadi tempat kerja saya yang baru. Artinya ? Saya bisa resign, dan masuk di tempat baru menyesuaikan jadwal liburan kami. Alhamdulillah, tempat baru mau menerima tanggal yang saya ajukan sebagai hari pertama saya.
Jadilah saya pengangguran selama 10 hari… Nyumm… Liburan dengan status FTM sementara judulnya. Hehehe.

Erwin berangkat dari tanggal 28 September 2010. Kami rencanakan, saya dan asha menyusul pada tanggal 30, saat agenda Erwin sudah selesai.
Seminggu sebelum berangkat asha sudah tidak sabar. Setiap hari selalu bertanya. Apalagi papa-nya sudah tidak ada di rumah sejak Selasa, makin tau dia bahwa sebentar lagi akan naik pesawat ! Hehehe…

Penerbangan pagi dengan Batavia Air (ini juga permintaan asha sesuai dengan video perjalanan saya :D), dimulai dengan kehebohan membangunkan dia sejak jam 4 pagi dan memandikannya. Untungnya memang dia excited. Jadi tidak terlalu sulit membujuknya supaya mandi.

Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, perjalanan dengan seorang anak kecil yg gak pernah berhenti berkicau, 1 buah koper besar, 1 travel bag, dan 1 ransel sebagai tempat printilan yg wajib mudah dijangkau, seperti passport, dompet, kamera. Turun dari mobil, dengan kondisi nyawa sudah full karena bobo lagi sepanjang jalan dari rumah ke bandara, asha malah sangat membantu dengan tidak lari-larian di tengah perjuangan saya membiasakan diri menghafalkan tentengan.

Dilepas oleh Bu Suri dan Pak Pon di bandara, masuk ke ruangan check-in dan melihat logo Batavia dan Garuda (dua airlines yang sangat dia hapal) mulai membuat napsu naik pesawat dia memuncak ! “Mama, ayo kita naek pesawatnya.. ayo naek Garuda !!”

Padahal mah pergi-nya kami naik Batavia, pulangnya nanti baru naik Garuda sama papa-nya 😀
Cek in alhamdulillah lancar… Melihat proses koper masuk bagasi juga bisa bikin asha blingsatan gak karuan.. Semua ditanya. “Itu kopernya dibawa kemana ma ?” dll.
Urusan bebas fiskal juga lancar. Agak deg-degan-nya pada saat mengurus imigrasi, karena baru pertama kali ini membawa anak unyil ke antrian imigrasi. Alhamdulillah lancar.
Selesai urusan, menuju boarding room, masih punya banyak waktu baut foto-foto di terminal 2 Soetta. Maksudnya sih buat mengalihkan perhatian asha sementara dari urusan “Ayo terbang ma !” ke hal-hal lain. Tapi ternyata nggak berhasil tuh !

Alhamdulillah nggak harus menunggu lama untuk naik ke pesawat. Pada saat dipanggil boarding, lapor ke Erwin kalo’ kami sudah mau terbang. Dia juga siap-siap dari Batam untuk menuju ke Batam Center. Meeting point kami, Changi Airport. Erwin menyusul ke sana.

Di pesawat, dengan adanya anak kecil, nggak bikin jadi ribet kok. Peralatan perang kan lengkap. Sengaja bawa buku gambar kosong, krayon, dan botol minuman dia yang ready to use. Anteng sepanjang jalan. Gambar-gambar, sambil kadang tanya-tanya dan berdiri-berdiri nengok ke belakang, mungkin iseng… 😀

Sampailah kami di Changi… Daaannn, yang paling pengen tiwi lihat pun kejadian !! Bengong-bengong deh anak kecilnya melihat Changi yang luas banget gitu, dan rame !! Kejadian paling lucu pertama justru di toilet… Anak kecilnya wants-to-pee. Mukanya ituuuu, pas ngeliat kloset-nya nge-flush sendiri, lucunyaa… Hehehe… Biasanya kalo’ di Jakarta, flushing itu sudah part-nya asha, dan kebayang kan kagetnya dia, pas lagi nyari-nyari tombol flush, klosetnya nyiram sendiri 😀 Alhamdulillah, dia menikmati sekali perjalanan pertamanya ini.

Ndilalah, keluar dari toilet, kok ya nemu playground-nya bandara dengan mudah !
Puas-puasinlah dia maen… Sampe’ nggak bisa lagi dibujuk dengan kata-kata, “papa dah nunggu lho nak !”
Hekekeke…

Khawatir dengan bagasi yang pastinya sudah turun dr pesawat, akhirnya dengan skenario ditinggal pergi, akhirnya anak kecil ikut juga… Dan bener deh, koper dan tas-nay sudah geletakan di lantai.

Ada sedikit pergantian rencana di Changi. Karena Erwin masih ada di lautan luas antara Batam dan Spore, akhirnya meeting point berubah jadi di hotel.
Agak mudah membujuk asha kali ini. She loves hotel rooms so much !! 😀

Here we come, York Hotel !

LEGO !

lego

Gambar pinjam dari : http://www.evilmadscientist.com/

Banyak yang bilang, Lego itu mainan mahal.
Termasuk tiwi sih pada awalnya. Tapi tiwi bukan malah jadi anti, tapi justru terobsesi… hehehehe…

Tapi gara-gara Lego ini, definisi mahal sepertinya bisa jadi “meluas”.
Bahwa, mahal itu relatif.

“Gak ada yang mahal, kalo’ ada uang-nya tho ?!” itu yang biasa Erwin jadikan alibi 😀
“Yaa jelas mahal, tapi kualitasnya kan ngebuktiin !” he-eh, pendapat umum itu juga bisa jadi salah satu pembenaran.

Tapi weekend kemarin, bertambah satu lagi konsep “onok rego, onok rupo” di kepala tiwi…

Lego memang akan “terasa” mahal. Kalo’ “cuma” dianggap sebagai mainan.

Tapi padahal, selama ini buat tiwi, Lego bisa memberikan lebih dari itu !
Lego itu mengolah logika lho ! Mengolah kecepatan analisa. Melatih ketelitian dan kesabaran. Meningkatkan imajinasi menciptakan karya.
Makanya, sedari kecil, tiwi coba mengenalkan asha ke kumpulan balok plastik itu.

Dan yang paling penting sepertinya untuk sebuah keluarga, dan baru kami sadari weekend kemarin, ternyata Lego itu bisa jadi salah satu “tools” pemersatu lho ! 🙂

Nih yaa, rekreasi weekend kami kemarin, bisa tercapai cuma dengan “nguplek” di lantai ruang keluarga bertiga. Dari mulai keluar kamar pagi-pagi, sampai waktu Dzuhur. Berkutat dengan ratusan (atau malah ribuan itu ya ?!) pieces Lego yang kalo’ diliatin doang malah bikin puyeng…! (apalagi ditambah “melewatkan” sarapan !)

Efeknya ?! Kami tambah kompak, tambah bisa bekerja sama, tambah menghargai keberadaan satu sama lain dengan berbagi peran, dan karena sistemnya yg modular, kami harus percaya satu-sama lain bahwa tiwi, erwin dan (bahkan) asha, mampu untuk membuat modul per modul sebelum merangkainya menjadi bentuk final yang lebih besar-nya.

Meskipun siang-nya tetap “mall-to-mall”, tapi kami mengawali kami dengan kepuasan melihat pieces lego-nya sudah berkurang banyak 😀

Lego-nya baru selesai 1/3 bagian 🙁
Tapi kami masih memiliki banyak weekend di depan, tho ?!

Thanks to suami dan kiddo untuk weekend yang berkualitas !

Thank you, Lego !

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Beberapa hari ini, berasa tuaaaaaa bgt !
Kenapa coba ?!
Banyak bener demo-demo mahasiswa… Jadi inget masa-masa pernah ikutan demo tahun 98.
Which is 10 tahun yang lalu !!
Heh ?! Udah 10 tahun ajah lewat ?! Cepet banget yaa waktu jalannya…

BBM isunya mau naik. Sebenarnya sih untuk beberapa jenis bahan bakar, memang sudah naik yah… Pertamax dari Pertamina dan Shell contohnya, sudah ada di atas Rp 9.000 untuk tiap liternya.
Yang lagi rame ini kan karena BBM jenis Premium dan Solar mau dinaikkan. Jenis BBM yang paling banyak konsumennya… Iya tho ?!

Saking banyaknya artikel yang membahas masalah ini (Kompas Minggu kemarin misalnya), dan ada teman yang juga bertanya, strategi apa yang bakal Tiwi ambil, selaku Direktur Keuangan di lingkungan keluarga Prastanto :p…
Jadi gatel juga pengen ngebahas kira-kira Tiwi bakal melakukan apa… (eh ternyata malah kena lemparan juga dari de !) 😀

Skenarionya gini, Premium akan naik ke harga Rp 6000/liter.
Pastinya, makan siang naik…
Beberapa barang belanjaan naik (lhaa mereka kan juga butuh transport buat operasionalnya)…
Harga barang jasa juga akan naik… (lhaa pegawainya kan juga naek angkot… dan butuh makan juga kalopun mereka jalan kaki !),
maka Tiwi akan :

1. Ongkos ke kantor
Alhamdulillah, Tiwi dan Erwin adalah BIKERS… Hekekeke… Mobil memang dibeli diniatkan untuk anak. Jadiiii… selama perginya cuma berdua, ke bioskop kelas XXI pun, kami memilih naik motor.
Bukan cuma alasan berhemat bensin. Hemat waktu juga dalam mencari parkiran. Makin mesra juga… Pelukan terusssss…. :p
Kami prediksikan, kenaikan akan terjadi sekitar Rp 5.000 dalam setiap pengisian untuk 3 hari konsumsi. Jadi, dalam seminggu, kira-kira pengeluaran untuk motor, bertambah Rp 10-15 ribu.

2. Makan siang
Hehehe… ini nih yang rada susah… Sejak pindah kantor, yang berada di kawasan Kebon Sirih, hmmm… siapa sih yang kenal Jl. Sabang ?! Food Street itu judulnya juga udahan… Siapa juga yang gak tau kalo’ Burger King itu letaknya di Jl. Thamrin ?! Bakmi GM di Jl. Sunda ?!
Semua tempat itu bisa dicapai dengan BAJAJ yang hanya Rp 5.000 sekali jalan, ditumpangi bertiga (kalo’ nekat pernah juga berempat) !! Murah & Tidak repot !! (ampun dah.. masih jg beriklan :p)
Kaya’nya hal ini yang perlu ditekan. Sekarang-sekarang ini… kalo’ mood lagi kesel, paling enak kalo’ makan jauh dr kantor, nyari tempat yg nyaman, trus abis-abisan deh tuw curhat ke temen yang ada. Pas ngeliat bill… baru deh sadar. Hehehehe…
Tapi strategi sekarang pun, 2 hari makan ketoprak yang harga Rp 5.000-an, baru deh sehari berikutnya bisa foya-foya ke tempat-tempat itu…
Mungkin mood-nya perlu diatur yaa supaya butuh ke tempat-tempat enak itu per minggu saja… Fiuuhh…. I’ll try !!

3. Perawatan diri (heleh !!)
Merawat diri buat tiwi, biasanya cuma creambath dan pijat. Dan masing-masing untuk saat ini hanya 1x – 2x sebulan. Masih masuk akal kan yah ?! (ngelessshhh)
Dan alhamdulillahnya, tiwi tinggal di lingkungan yang jauh dari kota. Jadi biaya untuk melakukan ini semua tuw hanya 1/2 sampai 1/4 harga yang berlaku di Jakarta. Ya…ya…

4. Belanja !!
Ini yang agak susah (juga). Belanja yang utama sih nggak ada yang bisa disubstitusi kaya’nya… Kalo’ untuk tiwi dan erwin (bahkan asha), kami adalah keluarga yang punya kekurangan : alergi tingkat tinggi !! Beneran deh…
Membaca beberapa artikel yang menyarankan untuk melakukan substitusi merek, kadang pengeeennnn bgt !! Apalagi kalo’ memang bisa berhemat beberapa rupiah.
Tapi kami bukan jenis yang bisa dengan mudah melakukan itu :((
Asha contohnya. Untuk pampers dan susu, sejak lahir sudah kami biasakan dengan berganti-ganti merek… Tapi memang pada dasarnya kulit dan pencernaan yang sensitif, dia hanya bisa menerima satu merek untuk masing-masing…
Dan yang sayangnya, memang harus membuat kami berdua tertawa (garing) untuk menghibur diri… “Yaahh, emang kita kerja bener-bener buat kamu, Nak…”
Hehehehehe…

Untuk minyak goreng, sambal botol, kecap, dll giliran kerongkongan dan penecernaan tiwi dan erwin yang suka bermasalah…
Jadi yaa, kami memang benar-benar orang-orang yang berpendirian teguh. Hekekeke…

Belanja-belanja barang printilan buat Asha dan kadang barang-barang yang gak gitu penting buat rumah juga bisa ditahan-tahan.
Caranya !?
Kalau selama ini, meeting point tiwi dan erwin sepulang kerja adalah di ITC Kuningan, mungkin bisa diganti menjadi di Halte Mega Kuningan ajah yaa…
Soalnya, setan tuw emang diciptakan untuk menggoda. Dan fitrahnya perempuan emang mudah tergoda… Jadi dah… :p

5. Hiburan
Sebagai pekerja harian yang jadwalnya rutin 8-5… Kadang kami berdua memang sangat-sangat membutuhkan refreshing. Nonton ke bioskop adalah solusi paling jitu (selain membaca sebelum tidur !). Untungnya, sekarang jaringan 21 sudah bukan satu-satunya jaringan bioskop di Jkt. Jadiii… tiket masuknya pun sudah mulai bisa kita pilih-pilih. Ada 21, ada XXI, ada Blitz !! Hehehehe…

Untuk keinginan menonton pun, sudah nggak segila dulu. Sekarang ada Asha sebagai hiburan terbesar buat kami. Jadi kalo’ udah bener-bener suntuk saja atau memang film-nya dirasa bagus, biasanya baru melarikan diri sepulang kerja. 1x sebulan itu juga sudah jarang-jarang kok ! 😀

Atau, biasanya weekend kami habiskan dengan jalan-jalan bertiga. Naaahhh… kalo’ yang satu ini baru deh lumayan bisa diakalin juga sepertinya. Dari yang seminggu 1x, bisa dikurangi jadi 2x sebulan.
“Asha berenang di rumah ajah yaa, Nak… “ 😀

Kaya’nya untuk keluarga kami, masih banyak yah hal-hal yang gak penting untuk di-CUT ! (ketauan deh selama ini masih banyak yang nggak pentingnya yg kadang dibela-belain… :D)
Alhamdulillah, nggak akan harus mengorbankan kebutuhan-kebutuhan Asha.
Termasuk, mungkin, solusi kepepet memberhentikan pengasuhnya. Duuhh… mudah-mudahan nggak deh, Nak.
Mendingan kami berdua yang “jungkir balik” mencari jalan terbaik untuk menyiasati kondisi ini.

Satu hal yang sedang tiwi pikirkan untuk mencari subtitusinya sekarang ini….
BUKU… BUKU… dan BUKU !!

Ada yang punya ide ?! :p