Tag Archives: parenting

Kids Financial

Beberapa hari “tepar” di rumah, dihibur dengan tingkah laku dan kata-kata asha yang bikin geleng-geleng…

[Adegan 1]
Setting : ruang keluarga sore hari, asha di depan cash register, mainannya dan selembar kartu nama di tangannya.

A : “Mama… ini dibayan (read : r) dulu yah !” Sambil mengambil buku yang sedang tiwi baca, dan mendekatkan barcode scanner yang ada di cash register. “Beep…beep” bunyi-nya ketika tombol scan dipencet.

Saya : “Jadi berapa mbak semuanya ?”

A : “Tiga, ma… Dibayan-nya DIGESEK AJA yaa ma… Sini di-GESEK dulu sama asha yaa !” sembari tangan kanannya dengan lihai memegang kartu nama dan melakukan gerakan swipe di salah satu ruang di cash register !! Persis kasir-kasir di hypermarket atau toko buku…

S : *pingsan*

[Adegan 2]
Setting : ruang keluarga malam hari, asha sedang mewarnai gambar itik di kertas yang memang sudah diperbanyak untuk alat dia berlatih.
Saya memperhatikan dia mewarnai gambar.

S : “Asha, mulai belajar dong nak, mewarnai-nya kalo’ bisa jangan keluar garisnya… Ini lho, kan bebeknya kaki-nya cuma sampe’ sini nih, Sha…” sambil menunjuk batas kaki bebek di gambar.

A : *tetap mewarnai*

S : “Asha, belajar jangan keluar garis yaa, nak. Biar nanti kalo’ ada lomba, bisa dapet hadiah. Kan gambarnya bagus…” sambil keukeuh sumekeuh berusaha memotivasi dia supaya bisa disiplin mewarnainya.

A : “Ndak pa-pa ma.. ndak pa-pa… gini ajah. Nanti Asha ajah yang beli hadiahnya sendiri.”

S : *bengong*

S.O.S !!

Asha & Hapalan

Sebagai orang tua, tiwi berusaha sebisa mungkin tidak membuat target muluk-muluk untuk asha, selain mengharapkan dia bertumbuh menjadi anak yang sholehah, yang sehat, yang cerdas, yang bermanfaat bagi sesamanya, dan nggak akan pernah menjadi pribadi yang merusak dirinya sendiri maupun orang lain.
(kadang mengucap sih, nantinya asha akan jadi dokter… :p tapi itu bukan target buat asha kok, melainkan cambuk buat kami sebagai orang tua untuk mencari uang lebih giat :p kedokteran kan mahal tho…)

Sepertinya itu saja sudah akan membuat hidup tiwi berkualitas, dan puas karena menurut tiwi itu adalah sebuah kesuksesan sebagai orang tua yang dititipkan amanah oleh Allah.

Tapi Sabtu kemarin, asha sudah memberikan “bonus” bangga kepada kami sebagai orang tuanya. Apalagi bagi tiwi, yang masih “setengah-setengah” menjalankan fitrah sebagai pendidik utama-nya.

Iyaa.. di sekolah-nya ada perlombaan menyambut Tahun Baru Hijriyah. Dan untuk kelas KB, lombanya adalah hapalan 3 doa pendek; Doa mau makan, doa untuk kedua orang tua, dan doa mau belajar.
Tiwi nggak terpikir lomba ini akan menjadi lomba yang serius, karena memang tidak dibilang dalam rangka apa. Makanya nggak ada persiapan khusus menyiapkan asha.

Tapi ternyata penilaiannya dilakukan oleh Kepala Sekolah, beberapa guru dan perwakilan POMG. Tiap anak dipanggl maju ke depan kelas, dan melafalkan doa-doa tersebut. Pake’ gaya tangan diangkat seakan sedang berdo’a.
Kaya’nya kalo’ tiwi yang disuruh lomba waktu TK, udah nangis terbirit-birit tuh… 😀

Whuaaa… dan Alhamdulillah asha lancar melafalkan doa-doa tersebut. Karena memang sudah dibiasakan di rumah, walaupun tidak sedang ada event lomba… 🙂
Ketika sedang bermain, ketika sedang makan, ketika mau tidur, bahkan ketika sedang loncat-loncatan, diusahakan selalu diselingi dengan hapalan-hapalan maupun pola bermain edukatif yang merangsang asha untuk berpikir logis maupun mengingat. Namanya anak kecil, kemampuan fokusnya memang katanya kan harus dilatih sejak dini tho…?!

Alhamdulillah, bonus achievement di Sabtu, 30 Januari 2010 dari asha, menjadi Juara ke-2 di kelas KB untuk Lomba Hapalan Doa-doa pendek.. 🙂
Thank you, kiddo… we’re so proud of you !!
*dan parahnya, asha-nya ekspresinya datar saja tuh pas menerima hadiah !! Padahal emaknya yang motret udah mau menetes air matanya =))*

PS :
Tapi insya Allah tetap, tiwi janji tetap nggak akan membebani asha dengan target-target muluk sampai dia mengerti sendiri bahwa terkadang dalam hidup, kita harus berkompetisi… 🙂
Toh dari kecil juga tiwi dibesarkan dengan model seperti itu… tidak mengenal jadwal tetap keseharian untuk belajar, tidak pernah diwajibkan untuk menjadi ranking berapa… 😀 Alhamdulillah, baik-baik saja kan hasilnya… :p

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Rumah Tiwi sedang rame’. Ada keluarga Erwin dari Bondowoso datang. 8 orang ! Penuh deh rumah. Ramai.
Sabtu sore kami agendakan untuk mengajak 4 (empat) orang krucil menikmat bioskop.
Iyaa BIOSKOP-nya yg diniatkan untuk dinikmati, bukan film-nya 😀 Maklum, datang dari kota kecil di Jawa Timur. Nggak ada studio 21 di sana 😀

Mempertimbangkan studio yang layak untuk dipamerkan, dan lokasi terdekat dari rumah, diputuskan untuk nonton Kung Fu Panda di Hollywood KC 21.
Tau sudah berapa kali Erwin menonton film ini ?! 3x sajah !! Dan keseluruhannya di bioskop !! Pecah deh rekor… :p

Karena dulu Asha pernah berulah di bioskop (jalan-jalan sepanjang lorong kursi, main petak umpet di tengah-tengah film :D), saat menonton Bee Movie (film pertamanya), maka kali ini Tiwi memutuskan tidak ikut ke dalam studio.
Memilih makan (pagi dan siang digabung) di Hoka-hoka Bento berdua Asha. She’s amazing that afternoon…
Duduk sendiri di high chair-nya, memegang sendok dan piring sendiri. Tiwi taruh sedikit salad + mayonnaise. Habis ! Walaupun belepotan ke seluruh mukanya… 😀
But that’s OK, Kiddo… Namanya jg belajar, yah nak…

Selesai makan, ternyata masih ada 60 menit lg untuk dihabiskan. Kemana yaaa… Bingung juga kalo’ harus dihabiskan di dalam mobil.

Akhirnya diputuskan membawa Asha menikmati petualangan baru setelah kelakuan dia yg sangat manis di Hokben. Plasa Semanggi ! Naik kendaraan umum.. 🙂
(butuh waktu yg banyak jika harus ke Plangi dari KC dengan membawa kendaraan sendiri, harus memutar 2x + mencari parkiran. Wasting time… dan nggak memberikan Asha pengalaman apa-apa !)

Ya ampun anak itu… Begitu naik tanjakan tangga penyebrangan (naik sendiri lho Asha, di jalan yang landai-nya…), langsung ceriwisnya keluar… 😀 “Iyat..iyat… mbiy…mbiy…bus…” sambil nunjuk-nunjuk…
Mukanya mengekspresikan mimik “mau tau” yang sangat ! Lucu !!
Seneng banget bisa mengenalkan Asha ke hal yang baru buatnya. Wajahnya mengatakan semuanya.

Di Plangi, seperti biasa dia heboh. Jalan kemana-kemana sendiri. Kalo’ capek, dia minta gendong (Asha sudah tidak mau ditaro di stroller). Tapi hanya sesekali.

Paling heboh saat diajak ke Gramedia, dan menemukan rak CD/DVD. Panik !!
“Tut…tut…tut” (saat liat DVD Thomas), “Ikih…Ikih…” (saat liat DVD Mickey) dan “Puh…puh…” (saat liat DVD Winnnie the Pooh)
Di tangannya langsung ada 3 DVD yg dengan susah payah ditahannya agar tidak jatuh.. 😀 Iyah Nak, kita beli yaaa DVD-DVD-nya…
Sudah benar-benar tumbuh jadi anak manusia dia. Yang sudah punya keinginan, sudah bisa memutuskan… 🙂 Love you, Kiddo.

Yang membuat Tiwi lebih senang memutuskan pergi ke Plangi adalah… Ada buku barunya Ika Natassa !!
FYI, Tiwi jatuh cinta sama gaya bertutur Ika sejak saat buku pertamanya terbit, A Very Yuppy Wedding (AVYW). Cara bertuturnya pintar, dan ceritanya mengalir… Enak ajah dibacanya. Plus, banyak referensi tempat hang-out, istilah-istilah yang selama ini asing buat Tiwi, dan pandangan mata tentang daerah-daerah tertentu yang detail diceritakan… Seru !

Buku keduanya berjudul “Divortiare”. Habis tiwi lahap dalam satu malam saja. Akibatnya baru bobo jam 1 pagi :p

Kalo’ disuruh milih, Tiwi lebih suka buku pertamanya. Selain karena setting yang gak beda-beda jauh (dunia perbankan… yaa mungkin karena memang dari sana Ika berasal. Jadi lebih PD ajah kalo’ harus bercerita ttg dunia yg dikenalnya), dan juga Tiwi merasa Ika agak sulit “lari” dari gaya bercerita AVYW yang memang sudah terbukti sukses… mirip-mirip.

Tapi tetep, gaya bertuturnya mencerminkan bahwa penulisnya memang pintar. I enjoy reading smart people books… 🙂 Ada yang bisa kita pelajari dari buku-buku mereka…
(Hhmm… buku apa lagi yah yg bisa dihabiskan untuk akhir pekan ini… Akhir pekan kembali menjadi keluarga normal 😀 )

Berhubung di rumah masih banyak tamu, disambung nanti lagi yaa… Sekarang, kembali jadi tuan rumah yg baik dulu !! :-*

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

“Maammaaaa…” [manggil Tiwi]
“Paappaaaaa…” [manggil Erwin]
“Utiiiiiiiii….” [manggil Mama & Ibu]
“Atuuunnggg…” [manggil Papa & Bapak]
“..aaeeeemmmm…” *intonasi naek [Translate: Dalem; ngejawab kalo’ dipanggil “Ashaaa….”]
“..Ouuu Abang..” [Translate: Allahu Akbar; kalo’ pagi-pagi pas bangun, dan pas Tiwi pulang kerja sambil nunjuk-nunjuk sajadah atau bersikap takbir, menyuruh mama-nya sholat]
“…embiiiyyy…ngeng…ngeng…tit..tit…” [ngajak naek mobil]
“…iyat…iyat…kungkong…” [ngajak liat kodok di halaman]
“…iti…puh…iyat..iyat..” [sambil minta naek ke sofa, nonton Playhouse Disney, Mickey & Friends ama Winnie the Pooh]
Beberapa sebutan hewan : muu (untuk sapi), kungkong (untuk kodok), hauuummmm (untuk singa), ajah (untuk gajah), apah (untuk jerapah)
“Yaaa…bobo…” [Kalo’ ke rumah Uti-nya dan nggak bisa ngebuka pintu rumah mama karena dikunci. Hekekekeke…]

Kalimat yang paling panjang yang Asha ucapkan adalah weekend kemarin pas kaki dia kejedut tembok, refleks langsung berucap : “Duh… edut, atit… akal !” *sambil mukul temboknya
(tau darimana kamu nak tembok itu nakal :p)
Translate : Aduh… Kejedut, Sakit.. Nakal ! 😀

Love you, Kiddo…

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

— Kebanggaan apalagi yang bisa dirasakan oleh orang tua, selain apa yang mereka lakukan selama ini, ditiru dengan baik oleh anak-anaknya… 🙂 —

Tadi pagi, setelah bangun tidur, seperti biasa Asha bermanja-manja dulu dengan merangkul gulingnya.
*Momen seperti ini yang biasanya membuat hari ingin cepat dilalui.. :D*
Setelah dirasa puas dan “nyawanya” sudah kumpul semua, diapun beranjak. Mendekati pinggi tempat tidur…
Duduk dengan kaki terjulur ke depan, Meraih ujung kakinya dan melepas kaus kaki dengan menariknya. Lucu sekali tampangnya saat berhasil melepasnya. Puas. Bangga. (iyaa.. Asha masih kami pakaikan kaus kaki saat tidur. Takut kakinya kedinginan 🙂 )

Biasanya, setelah prosesi itu, kedua kaus kakinya akan diberikan ke Tiwi.
Tapi tadi pagi tidak.
Dia langsung turun dari tempat tidur. Berjalan ke arah pintu. Dan menaruh kaus kaki itu di tempat cucian kotor yang memang kami tempatkan di ujung kamar.
Seperti yang biasanya setiap pagi Tiwi atau Erwin lakukan dengan kaus kaki bekas pakainya…

BRAVOWell done, kiddo… We’re really proud of you… 🙂

Moral : Hayoo para orang tua… selalu berikan contoh yang baik kepada anak-anakmu, kalo’ memang menginginkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang baik… 🙂

Asha dan Kuda

riding a horse

asha & horse (real)

Udah lama banget yah nggak nulis…
Sejak insiden cacar sekaluarga itu deh.. Yang mengakibatkan nggak bisa gabung dg keluarga Blogfam di Pesta Blogger 2007 (uupppsss… it’s been couple of months ago…)

Yang jelas, banyak kejadian dalam kehidupan Tiwi… Dari mulai memutuskan pindah kantor (lagi !) – dan kali ini, pembuka jalannya harus membuat semua blogger membuka mata, bahwa kita tuw komunitas yang sangat kuat & kental kekeluargaannya :p market yourself through your blog, guys ! -,  menata beberapa hal yang harus disesuaikan dengan ritme baru… termasuk memberi Asha seorang pengasuh di rumah. Karena kegiatan motorik yang mengikuti perkembangannya sudah hampir tidak dapat di-handle oleh mama sendirian… Gosh, sorry for this kiddo…
Alhamdulillah, solusi terbaik untuk saat ini sudah dipilihkan Allah. Asha diasuh oleh orang kepercayaan ibu dari Bdws 🙂 We’ll try to give you the very best, kiddo…

Saat ini, dengan perkembangan Asha yang mulai dengan cepat menangkap segala macam kejadian ataupun objek di sekitar dia, rekreasi keluarga menjadi prioritas, untuk mengenalkannya kepada banyak hal-hal baru… Kualitas weekend menjadi tantangan kami ! Salah satu kegiatan yang sudah beberapa kali dilakukan, diantaranya, NAIK KUDA !!

Yups !! Secara mama-nya adalah seorang penggila kuda, maka Asha diusahakan sejak dini diperkenalkan kepada KUDA (dan juga beberapa binatang lain, tentunya).
Untuk urusan kuda, ITB – Bandung tetap menjadi favorit.
1. Bandung… sekalian rekreasi ganti suasana kota
2. Dekat dengan kawasan FOs ;))
3. Memori masa kecil 😀

Fiuuhh… setelah beberapa tahun tidak berani untuk naik kuda lagi (ITB gitu lho ! malu kali kalo’ ke-gap lagi naek kuda sendirian mah… gak inget ama umur apah…), kali ini Asha bisa dijadikan alasan kan.. 😀

Alhamdulillah, Asha sejauh ini menikmati pengalamannya dengan kuda. Tentunya dengan iringan dendangan lagu sepanjang putaran… (sha..sha..ini kuda nak, bukan odong-odong…:p)

Dan anehnya, Asha lebih bisa duduk lebih tenang saat naik kuda beneran, ketimbang kuda di komidi putar (carrousell)… Kenapa yah ?!