Tag Archives: weekend

[Weekend] Soto Kuning Bogor

Bener-bener ampun yaa yang namanya menepati omongan sendiri… 😀 Pengennya tiap minggu paling nggak ada satu postingan, kok yaa susah banget 😀

Jadi, di awal Februari kemarin, kami berdua iseng. “Kemana yaa weekend ini ?!” Kasian juga itu pasukan di rumah, sepertinya sedang butuh hiburan. Rutinitas kan kadang membuat badan berasa babak belur tho ?! Mentally…

Kebetulan, memang sudah sekitar sebulanan, Erwin kepengen banget nyobain Soto Kuning Bogor yang terkenal itu. Jadilah diputuskan, kita akan ke Bogor ! Kebetulan, salah satu pasukan ada yang belum pernah ke sana.
Nggak pake’ pikir lama-lama, jam 8-an kita sudah jalan ke Bogor.

Di Bogor, itinerary-nya pertama adalah sarapan dulu ! Sayangnya, saat sampai di Bogor, hujan deras menyambut ! Yaa, harap maklum yaa, namanya juga kota Hujan ! Alhamdulillah dia masih konsisten sama julukannya tho ?! Jadi kita masih punya cadangan air… (iki opo tho malah ngelantur…)

Gagal cari sarapan di kaki lima yang khas Bogor (padahal udah muter-muter ke segala penjuru lho !), end-up-nya akhirnya kafe deDaunan di dalam Kebon Raya.
Alhamdulillah, ternyata pilihannya tepat ! Walaupun masih sedikit rintik-rintik, tapi hamparan rumput hijau yang luas itu menggoda banget buat “melepas” anak-anak berlarian. Dan mereka sangat…sangat…sangat menikmati ! Kami juga sih. Siapa yang nggak seneng, kalo’ ngeliat wajah anak-anak ceria gitu kan ?!

photoshoot

Selesai sarapan (yang notabene itu bukan sarapan lagi sih ! wong udah jam 12-an :D), dan anak-anak kaya’nya juga sudah pada capek karena lari-larian gak karuan, akhirnya keluarlah kami dari Kebon Raya area.

Tujuan utamanya kemana lagi kalo’ bukan menjemput Soto Kuning di Jl. Suryakencana. Pak Yusup, kami dataaangg !

soto_kuning

Dan ternyata, emang enak banget lho ! Waktu itu kami membungkus bawa pulang Soto-nya.
Soto Kuning yang kami datangi itu Pak Yusup yang dekat dengan BCA di Gg. Aut. Bentuknya gerobak dorongan doang lho ! Di situ, kita bisa pilih sendiri, mau diisi apa saja soto-nya. Ada babat, otak, lidah, paru, kikil, daging, dll.
Ingat yaa, hitungan harga-nya per potong ! Bukan per porsi. Jadi, ambil isi soto sesuai dengan kemampuan makan kalian.
Menurut kami, satu porsi (kuah) soto-nya juga lumayan banyak kok ! Bisa buat makan berdua orang dewasa (kalo’ porsi makannya seperti saya yaa…).

jeroan

Kuah-nya gurih poll ! Rasa kaldu-nya berasa. Bumbu-bumbu-nya juga pas ! Santennya juga berasa enaaakkk banget (sambil nahan kabita ini pas ngetik, hadeeuuhh !)
Recommended lah ! Kapan-kapan ke Bogor, kita ketemuan lagi yaa Mang Yusuf…

Thank you Bogor ! We’re having such a good time.

LEGO !

lego

Gambar pinjam dari : http://www.evilmadscientist.com/

Banyak yang bilang, Lego itu mainan mahal.
Termasuk tiwi sih pada awalnya. Tapi tiwi bukan malah jadi anti, tapi justru terobsesi… hehehehe…

Tapi gara-gara Lego ini, definisi mahal sepertinya bisa jadi “meluas”.
Bahwa, mahal itu relatif.

“Gak ada yang mahal, kalo’ ada uang-nya tho ?!” itu yang biasa Erwin jadikan alibi 😀
“Yaa jelas mahal, tapi kualitasnya kan ngebuktiin !” he-eh, pendapat umum itu juga bisa jadi salah satu pembenaran.

Tapi weekend kemarin, bertambah satu lagi konsep “onok rego, onok rupo” di kepala tiwi…

Lego memang akan “terasa” mahal. Kalo’ “cuma” dianggap sebagai mainan.

Tapi padahal, selama ini buat tiwi, Lego bisa memberikan lebih dari itu !
Lego itu mengolah logika lho ! Mengolah kecepatan analisa. Melatih ketelitian dan kesabaran. Meningkatkan imajinasi menciptakan karya.
Makanya, sedari kecil, tiwi coba mengenalkan asha ke kumpulan balok plastik itu.

Dan yang paling penting sepertinya untuk sebuah keluarga, dan baru kami sadari weekend kemarin, ternyata Lego itu bisa jadi salah satu “tools” pemersatu lho ! 🙂

Nih yaa, rekreasi weekend kami kemarin, bisa tercapai cuma dengan “nguplek” di lantai ruang keluarga bertiga. Dari mulai keluar kamar pagi-pagi, sampai waktu Dzuhur. Berkutat dengan ratusan (atau malah ribuan itu ya ?!) pieces Lego yang kalo’ diliatin doang malah bikin puyeng…! (apalagi ditambah “melewatkan” sarapan !)

Efeknya ?! Kami tambah kompak, tambah bisa bekerja sama, tambah menghargai keberadaan satu sama lain dengan berbagi peran, dan karena sistemnya yg modular, kami harus percaya satu-sama lain bahwa tiwi, erwin dan (bahkan) asha, mampu untuk membuat modul per modul sebelum merangkainya menjadi bentuk final yang lebih besar-nya.

Meskipun siang-nya tetap “mall-to-mall”, tapi kami mengawali kami dengan kepuasan melihat pieces lego-nya sudah berkurang banyak 😀

Lego-nya baru selesai 1/3 bagian 🙁
Tapi kami masih memiliki banyak weekend di depan, tho ?!

Thanks to suami dan kiddo untuk weekend yang berkualitas !

Thank you, Lego !