Category Archives: Daily

Celoteh Asha [1]

Whuah, 2 minggu hectic sama urusan kantor… Beneran kualat kaya’nya sama “kesempatan” yang nggak diambil kemarin… 🙂

Tapi alhamdulillah, ada asha di rumah. Yang selalu bisa membuat lelah itu “menguap” kalo’ mendengar celoteh-celoteh dia… 🙂

Tentang anak kecil peniru ulung tingkah laku orang-orang di sekitarnya, tiwi percaya banget !

[Scene 1]
Setting : Ruang main asha, sambil telepon ibu+bapak.

Asha [A] : “Uti, ke sini dong, Ti. Ke rumah asha… Ke Jakarta !”
Ibu [I] : “Yaaa… mau sha, tapi Uti kan gak punya uang…”
A : *panik melirik ke Rina, salah satu asisten teman bermainnya* “Na…na… pinjem uangnya, Na. Ayo, ambil Na. Kasih ke uti tuh, nggak punya uang. Kasian !” *sambil nyodorin tangan gaya minta uang*

Hahahaha…. Kalo’ ini, contoh nyata dari tiwi 😀 tiwi jarang punya cash di dompet. Jadi kalo’ weekend, tiwi suka pinjem uang ke Rina atau Bu Suhri… 😀 Mungkin asha sering mencuri dengar yaa..

Itu belum selesai. Karena ibu nggak kuat, dan terus ketawa, telepon di sana dikasih ke bapak. Meneruskan ngobrol sama asha…

Bapak [B] : “akung ini sha…”
A : “Akung, ke sini dong, kung… ke rumah asha !” *tetep memaksa, dikomporin bu Suhri sepertinya*
B : “Akung nggak punya uang juga, sha. Kan tadi uti dah bilang kan, ndak punya uang…”
A : “Yaaahh, gimana sih ?! Pada nggak punya uang. Jualin barang ajah lah, kung !!”
Semua orang : *ngejengkang*

Hahahaha….

Ini bener-bener meniru tiwi lagi. Bukan masalah jualin barang pas nggak punya uang yaa :p
Tapi kalo’ tiwi sedang ngobrol sama bu suhri dan rina, dan menyuruh mereka refreshing belanja-belanja ke pasar… kalo’ jawabannya “nggak punya uang”, tiwi selalu ngegodain gini : “halah, nggak punya uang mulu. itu barang-barang daripada numpuk mending dijual-jualin ajah tuh ! (koran, botol-botol, dll) uangnya dibuat jajan sana !”
Dan lagi-lagi, itu diserap sama asha =))

Menakjubkan yaa…
Alhamdulillah, kalo’ dari sisi yang baik-baik-nya (yang tadi kan sisi jailnya dia tuh !), asha sekarang sudah narik-narik sajadah setiap terdengar adzan. Bahkan saat tiwi masih di kantor… 🙂
Biasanya cuma sholat jama’ah maghrib dan isya saja.

Saat mau tidur, sudah makin bertambah hapalan doa-doa pendeknya. Ditambah hadits-hadits pendek sekarang ini. Dan nama-nama malaikat dan Rasul… 🙂

Mudah-mudahan jadi anak sholehah yaa, Nak. Anak cerdas. Anak yang membanggakan orang tuanya. Anak yang bermanfaat bagi sesama-nya. Dan yang paling penting, anak yang selalu dibimbing Allah dalam setiap langkah hidupnya. Amiiinn….

She is, indeed, my reason to live this life. Thank you kiddo.

Kids Financial

Beberapa hari “tepar” di rumah, dihibur dengan tingkah laku dan kata-kata asha yang bikin geleng-geleng…

[Adegan 1]
Setting : ruang keluarga sore hari, asha di depan cash register, mainannya dan selembar kartu nama di tangannya.

A : “Mama… ini dibayan (read : r) dulu yah !” Sambil mengambil buku yang sedang tiwi baca, dan mendekatkan barcode scanner yang ada di cash register. “Beep…beep” bunyi-nya ketika tombol scan dipencet.

Saya : “Jadi berapa mbak semuanya ?”

A : “Tiga, ma… Dibayan-nya DIGESEK AJA yaa ma… Sini di-GESEK dulu sama asha yaa !” sembari tangan kanannya dengan lihai memegang kartu nama dan melakukan gerakan swipe di salah satu ruang di cash register !! Persis kasir-kasir di hypermarket atau toko buku…

S : *pingsan*

[Adegan 2]
Setting : ruang keluarga malam hari, asha sedang mewarnai gambar itik di kertas yang memang sudah diperbanyak untuk alat dia berlatih.
Saya memperhatikan dia mewarnai gambar.

S : “Asha, mulai belajar dong nak, mewarnai-nya kalo’ bisa jangan keluar garisnya… Ini lho, kan bebeknya kaki-nya cuma sampe’ sini nih, Sha…” sambil menunjuk batas kaki bebek di gambar.

A : *tetap mewarnai*

S : “Asha, belajar jangan keluar garis yaa, nak. Biar nanti kalo’ ada lomba, bisa dapet hadiah. Kan gambarnya bagus…” sambil keukeuh sumekeuh berusaha memotivasi dia supaya bisa disiplin mewarnainya.

A : “Ndak pa-pa ma.. ndak pa-pa… gini ajah. Nanti Asha ajah yang beli hadiahnya sendiri.”

S : *bengong*

S.O.S !!

Good Time !

kapal perang

kapal perang

Paling menyenangkan, kalau bisa sampai di rumah belum terlalu malam. Masih bisa menemani asha memainkan mainan “jaman dulu” ini…

Cuma mainan kaki lima dari perempatan UKI. Tapi benar-benar bisa membuat mata asha berbinar karena mendengar suara kapalnya yang khas “tok..tok..tok…”, dan melihat kepulan asap yang keluar dari cerobong-nya.

Harga Rp 5000 menjadi semakin terasa murah !!

Seperti kata kaleng wadahnya… it’s really a “Good Time” after a tiring 8.30-5.30…!

Tiwi = Temanbaik ?

Gara-gara menemukan kembali archives blog lama yg dulu ada di blogspot maupun di pratiwi.net, sekarang ini kalau sedang “rada santai” di kantor tiwi ada kerjaan baru… Membaca kembali arsip-arsip itu. Menyenangkan.

Membuat tertawa sendiri kadang-kadang… Mengingat kembali masa-masa yg bener-bener sayang untuk dilupakan itu… (how i miss the old you…and the old me, also)

Satu hal yang masih mengganggu pikiran tiwi untuk segera dituliskan adalah, dari mana ide penamaan “TEMANBAIK” berasal…
Ini gara-gara suatu hari tiwi menyapa dg id YM! yang tidak biasa dipakai ke beberapa teman : temanbaik** tetapi tetap dikenali.
“Lhaaa kok elu tau ini gw, Li ?!”
“Yaa iyaa lah wi… siapa yg nggak kenal bahwa elu itu temanbaik ?!
*heh ?!*

Yay, jujur, pertama kali disadarkan bahwa citra “tiwi adalah temanbaik” yg ada di pikiran tiwi, kok kaya’nya narsis banget yaa… mengaku-ngaku bahwa tiwi adalah temanbaik ?! Padahal, yang boleh bilang bahwa tiwi adalah teman yang baik atau tidak kan justru teman-teman yaa… bukan tiwi sendiri… Hehehe… jujur, sekarang ini sedang memikirkan nama baru untuk blog ini. Biar “image”-nya sesuai… Bleehh…

Temanbaik itu sebenarnya nama yg tiwi berikan kepada blog ke-2 tiwi sejak pertama kali membuat blog. Blog pertama namanya Dee, khas ABG yah, comes from Diary… 😀

Kenapa “temanbaik” ? Yaaa karena untuk tiwi, blog adalah temanbaik tiwi. Teman sangat baik malah.

Yang mau mendengarkan segala keluh kesah, mendengarkan pisuhan, mendengarkan cerita-cerita bahagia, tanpa bersikap mendikte, menghakimi, atau apapun yg bisa didapatkan jika kita cerita kepada manusia, mau itu berstatus sahabat, teman, adik, apapun itu. Iya tho ?

Ada kalanya kita hanya mau bercerita kan ?! Bukan untuk dikomentari…

Untuk tiwi, menceritakan apapun yg ada di pikiran ke blog adalah sesuatu yg menyenangkan.
Tipe seperti tiwi yang kalo’ udah ngerasa bersalah ke orang laen bakal bisa tersiksa banget, sangat-sangat memberdayakan apa yang disebut dengan diary, jurnal, blog atau apapun media untuk curhat itu. Selama dia benda mati.
Toh, dia tidak akan ambil pusing terhadap keluh kesah kita kan ?! Nggak akan menambahkan pikiran di kepalanya. Tidak akan “memalak” juga saat kita berbagi cerita gembira… Hahahaha….

Coba kalo’ kita curhat ke manusia, dan menambah-nambah pemikiran dia… apa nggak ngebebanin namanya !? Dosa kan namanya membebani hidup orang laen…

Tapi bener-bener deh, membayangkan bahwa nama blog bisa menjadi “brand” atau “image” terhadap personal tiwi, nggak pernah ada di benak tiwi sejak saat pemberian nama.
Kalo’ sudah dibayangkan mah, bakal tiwi namakan dengan yang lebih menjual kali, biar kaya’ “Nautica” atau “Toyota” atau apalah yang hingga sudah sangat melekatnya, bisa tiwi manfaatkan untuk membuat merchandise atau barang lainnya yang bisa dijual dengan nama yang sama.
Lumayan kan… nggak harus membangun “branding” lagi sejak awal… 😉

Jadi, sekarang ini, untuk menghindari kesan narsistis, kaya’nya tiwi harus semedi untuk memikirkan nama baru untuk blog ini…
Ada masukan ?!

PS : i mean it when i said that i miss the old you…

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

AustraliaHmmm, tadinya postingan ini mau diberi judul “Film Review : Australia”. Tapi kok kaya’nya terlalu berat yaa… Secara, tiwi nggak mungkin banget ngebuat review tentang film. Lhaaa, untuk menuliskan review, menurut tiwi, kita-nya harus menguasai latar belakangnya kenapa film ini dibuat, tujuannya apa, proses pemilihan karakter, dll. Waduhhh… Tiwi mah nggak se-detail itu tentang film. Biar erwin ajah ntar yg review lengkap yah… 😀

Bagian tiwi mah menceritakan bagian yang tiwi suka dan nggak suka ajah yaa… My personal opinion only.

Sedikit detail tentang film Australia :

Jenis Film : Drama
Pemain : Nicole Kidman, Huge Jackman, David Wenham, Bryan Brown, Jack Thompson David Gulpolil
Sutradara : Baz Luhrmann
Penulis : Baz Luhrmann, Stuart Beattie, Ronald Harwood
Produser :Baz Luhrmann, Catherine Knapman, G. Mac Brown
Produksi : Twentieth Century Fox
Homepage : http://www.australiamovie.com/
Durasi : 185 Min

===================================================================

Pertama liat siapa yang jadi pemainnya di www.21cineplex.com, tiwi sudah meniatkan untuk mengajak Erwin menonton film ini. Feeling tiwi tentang kombinasi Nicole Kidman dan Hugh Jackman kok kaya’nya enak buat ditonton yaa… Dan ternyata Erwin memang menunggu-nunggu film ini. Yaahh… dia kan emang suka sama film serius macem gini… :p

Sedikit trauma sebenarnya untuk menonton film di bioskop akhir-akhir ini, setelah dikecewakan Twilight dan Transporter 3 yg nggak sesuai dengan prediksi. Tapi kombinasi pemain tadi yg menguatkan niat. Gpp lah kalo’ jelek pun, toh dua-duanya enak diliat… 😀

Resensi di Kompas Minggu sebenarnya agak menyurutkan keinginan untuk menonton di bioskop. Soalnya kalo’ kata Kompas, nggak sesuai dengan yg diharapkan… Agak keteteran, dan kesannya nggak komplit.

Yaaa, mungkin yg diharapkan kritikus film yaa… bukan harapan seorang penonton film murni macam tiwi ini. Buat tiwi, selama film itu menghibur dan nggak memaksa berpikir banyak, film itu bagus deh !! (Yaaa iyaaa lah… film dan game adalah hiburan. Sesuai namanya, yaa harus menghibur, mosok malah nyusahin… :p)

Film ini berdurasi cukup panjang. Makanya, dr mulai memutuskan nonton, harus atur strategi se-ciamik mungkin. Tadinya mau nonton kemarin Senin. Tp ternyata tepar setelah menghadiri 2 undangan 😀 nggak ada yg bergerak dr bangun siang…

Akhirnya diputuskan hari ini. Tapi lagi-lagi terkendala jadwal putar. Jelek-jelek banget !!
Kalo’ jadwalnya bagus, letak bioskopnya jauh dr rumah… Kalo’ yg sejalan dengan jalur pulang, pasti diputarnya di jam kantor, atau malah malam banget. Huhuhu… kan kasian asha kelamaan ditinggal. Alhamdulillah, ternyata ada jadwal yg rada sore, rada muter memang untuk menuju ke sana, tp tetep udah deket dr rumah. Berangkatlah ke Bekasi… :p Sampai tepat waktu.
Inget lagi, film durasi panjang, jangan lupa beli snack ! 😀

Film dibuka dengan beberapa trailer film Indonesia yg nggak banget deh… Plus, ternyata studio-nya lumayan penuh. Sama ABG. Termasuk sepasang yg duduk di sebelah tiwi.
Huhuhuhu… nih ABG pada sadar gak yaa mau nonton tipe film yg kaya’ apa. Bukan underestimate atau gimana-gimana, tapi untuk jenis film berat kaya’ gini, tiwi trauma dengan pengalaman nonton “GIE” dulu (duh… blognya udah keapus sama hostingan yg lama siihhh 🙁 )
Dan ternyata emang bener lho, kejadian lagi… Komentar-komentarnya nggak penting, dan kenceng-kenceng… hiks…

Buat tiwi, durasi 2,5 jam yg disuguhkan oleh film ini bener-bener berjalan mengalir… nggak terlalu lambat, nggak terlalu cepat. Pas !! Enak ajah nonton-nya. Posisi duduk jg mendukung sih… Relaks banget tadi itu menikmati ceritanya.
Dari awal film dimulai, tiwi terhibur oleh aksen yg disuguhkan karakter-karakter, Misses Boss, Drover, dan Nullah… Unik banget ! Enak dengernya…
Dan oleh film ini emosi tiwi bener-bener berhasil dimainin. Jujur, tiwi nggak berharap film ini bakalan berakhir dengan happy ending. Resensi di Kompas nggak “menggiring” kita berpikir ke arah sana… Makanya, sampai akhir, tiwi beneran yg deg-deg-an sendiri. Hehehehe…
Karena film ini disuguhkan dengan cara bercerita, menurut tiwi, gaya membawakan apa yg terjadi di Faraway Downs benar-benar membuat kita serasa diajak merasakan…
Di 2 (dua) film asing terakhir yg tiwi tonton (Twilight dan Transporter 3), romance scene disuguhkan dengan cara yg “kurang penting” dan mengada-ada banget. Dan itu yg benar-benar bikin tiwi trauma. Tetapi di Australia, romance scene dibawakan dengan sangat artistik dan dewasa. Nggak murahan deh kata yg tepatnya kali yaa…
Setting-nya juga enak buat ditonton. Seperti Australia yg selama ini dilihat di buku-buku. (Tiwi emang tergila-gila sama Australia sejak SMA, makanya banyak bgt buku-buku tentang alam Australia…) Bikin Erwin sepanjang film menengok dan tanya, “Kamu mau pergi ke sana ?”
Jaahh… itu mah pertanyaan retoris banget deh mas… :p (nggak romantis yak tanggapannya ? Hekekeke…)

Sebenarnya, untuk cerita, mungkin nggak terlalu menampilkan sesuatu yg baru untuk jenis film-film seperti ini. Mungkin kalau dari awal tiwi sudah tau bakal Happy Ending, Tiwi juga nggak bakal se”excited”ini dengan Australia.
Tetapi karena di ujungnya mendapatkan sesuatu yg beda, makanya tiwi suka banget sama film ini. Bahkan sampai meniatkan menontonnya sekali lagi !! Hehehehe…
Buat menutup tahun 2008, Recommended deh nilainya…

Akhirnya Memilih AXIOO Pico ! :-)

Fiuuhhh... setelah berbulan-bulan melakukan survey, membanding-bandingkan (sampe’ yg dimintai pendapat berkomentar : “Aaahhh tanya mulu loe, kapan belinya sih ?!” Hahahaha… maklum, keinginan besar tenaga kurang yaa gini ini… :p), dan berpikir “Beneran butuh apa nggak yaa…” akhirnya, dieksekusi juga kemarin malam 😀

Yups, alhamdulillah, akhirnya jadi milik juga nih si imut Axioo Pico type DJM 😀
Putih, masih bersih, dan yg penting 10″.

Kenapa sih beneran pengen banget ganti ke Axioo Pico ?!

Duh… sebenernya sih nggak kepengen-kepengen banget tuker ke Axioo Pico. Bukan, bukan karena lagi trend netbook kok. Tiwi bukan tipe orang yg ikut-ikutan trend seperti itu. Kalo’ alasan trend doang sih, mendingan juga beli Blackberry kali…

Jagoan lama dulu sebenarnya sudah cukup banget untuk dijadikan partner kerja dan belajar yg powerful. 12″ dan bener-bener manis dilihat… (sampe’ tiwi nggak tabah untuk memajang fotonya di sini karena takut teringat terus…)

Tapi, mungkin karena faktor usia juga, dan faktor pernah di-epidural di punggung, jadi kalo’ harus membawa beban berat setiap harinya (40 km PP) dengan berkendara motor, pasti terasa agak-agak nyeri di punggung.
“Punya mobil kan ? Kenapa gak naek mobil ajah emang setiap harinya ?”
Wah, kalo’ bawa mobil setiap hari, kaya’nya bukan sakit punggung lagi tarohannya… Mungkin sakit kejiwaan tuw nanti lama-lama… :p Macet jee…

“Lhaaa emang kenapa harus ngebawa notebook setiap hari ke kantor ?”
Waduuhh… emang sih ini notebook ini property pribadi. Alasan kenapa harus dibawa ke kantor, Tiwi butuh bantuan penjelasan dari teman-teman yg pernah ngerasain koneksi internet dengan jatah bandwidth 2MB di kantornya nih…
Wew, itu yg namanya file lagu-lagu, mau langsung didownload satu album langsung juga bisa selesai dalam benerapa menit. Belum lagi film-film…. Huduuww…
Pokoknya surga buat netter deh…

Lhaaa pas pindah kantor, hal seperti itu kan jadi mahal banget. Yaaa ngerti sih, kan sekarang kerja di kantor yang jadi penyewa bandwidth, bukan di provider lagi.
Yaa resiko deh, segala-segala dibatasi. Makanya butuh bawa notebook sendiri… (Plus datacard modem dengan koneksi unlimited dong yaa…)
Tiwi kan juga masih butuh belajar, masih butuh silaturahmi, masih butuh banyak hal deh dari internet…
Masih banyak mimpi tiwi yg berkaitan dengan dunia IT dan internet yg belum terwujud. Do’ain yaa…

“Trus kenapa Axioo ?”
Sebenernya banyak kok incaran-nya… Dari mulai Lenovo S10, S9, Acer Aspire, Dell, dll. Tapi kan tetap harus realistis 😀 wong budget juga cuma seuprit. Disesuaikan lah akhirnya dengan hasil lego jagoan lama… (baik-baik yaa di pemilik baru kamu !)
Setelah baca-baca review banyak netbook, apalagi setelah menemukan link ini, bulat deh keputusan untuk membeli Axioo Pico.
Alasan utama : Bisa ngejalanin Photoshop !! Hahahaha…
Blogger’s most wanted weapon 😀

Itu juga mutusinnya sebenernya udah lama. Tapi Alhamdulillah proses berpikir dan kesabarannya membuahkan hasil.
Minggu ini Axioo melakukan promosi turun harga buat tipe DJM. Cuci gudang kali yaa…
Langsung deh, ekseskusi. Beda 1 juta jee… Kapan lagi kan.

Untuk spek lengkap Axioo (kali-kali ajah ada yg tertarik juga) bisa dibaca di link ini yaa… Plus pembahasan secara teknis kekurangan dan kelebihannya.
Kalo’ tiwi sih baru hari ini megangnya, jadi reviewnya belum bisa banyak-banyak.
Selain komentar : “Uhuuuyy…. bisa nengokin ladang kapanpun juga nih sekarang…”
Hahahaha….

Wishlist untuk Jagoan Kecil ini :
1. Softcase
2. Tambahan Memory
3. Batere 6 cell
4. …. (ditambahin setelah mengalami apa lagi yg kira-kira dibutuhin yaa..)

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Hehehehe… kalo’ memperhatikan Plurk tiwi beberapa hari ini, ada beberapa entry tentang proses penyambungan telepon tetap-nya Telkom di rumah kami. Kesannya norak yaa… kaya’ orang udik baru kenal telepon :))
Tetapi kaya’nya semua jg sudah tau kan kalo’ proses mendapatkan telepon rumah tuw dari dulu selalu sulit. Kalo’ emang nggak sudah nggak ada kapasitas jaringan, atau memang prosesnya dari TLKM yg lambat.
Makanya selalu mengharukan kalo’ bisa mendapatkan nomor telepon rumah… (huhuhuhu...kalo’ buat tiwi sih… :D)

Sudah 2 tahun kami menempati rumah ini. Alhamdulillah betah banget menempatinya…
Dari sejak rumah jadi, tiwi sudah mengajukan proposal ke erwin untuk memasang telepon rumah. Tapi selalu ditolak ! Alasannya lucu, “Duh ma, kita kan pernah diperlakukan kurang adil ama T****, ngapain jg kita masih baek mau ngebayar dia tiap bulan :D”

Hahahaha… kadang kamu lucu bianget kok mas…
Padahal alasan tiwi kan simple. Telepon rumah tuw bisa jadi semacam identitas penting untuk beberapa urusan. Pengajuan kredit ke bank misalnya. Nggak akan diterima nomor-nomor mobile, baik GSM, CDMA maupun FWA. Pasti nomor telepon rumah (kecuali sekarang sudah diterima oleh beberapa bank, nomor postpaid)

Berhubung nggak diridhoi suami, yo wis alhamdulillah, malah nggak perlu ngebudgetin tiap bulannya juga tho buat bayar abonemen 😀

Tetapi akhir-akhir ini ada beberapa urusan yg mengharuskan kami online dr rumah tiap malam. Meskipun kami sudah memiliki Modem Datacard dan beberapa nomor provider GSM yg mendukung HSDPA untuk urusan data, tetap saja, ntah karena letak rumah yg terlalu ndeso atau memang beton rumah kami yang terlalu tebal, kadang kualitas sinyal yg kami terima dari provider-provider tersebut juga nggak bisa dibilang bagus… Untuk me-load satu halaman web saja, butuh waktu bermenit-menit… Padahal menunggu itu kan membosankan tho ! Dan kami juga butuh koneksi untuk FTP-FTP… bukan hanya browsing !
Akhirnya diputuskan, kita daftar Pasang Baru (PSB) telepon rumah + Speedy !! Mumpung lg promo juga sih…

Proses kita coba ikuti sesuai yg diketahui oleh orang awam. Telepon ke 147. Daftar melalui telepon. Verifikasi data. Selesai. Parahnya, lupa menanyakan nomor registrasi =)) Tiwi…tiwi… duduls !!
Akhirnya, kembali ke cara konvensional. Datang ke Plasa Telkom.
Karena untuk daerah rumah walaupun masuk Bekasi, tetapi sentral yg kami ketahui tetap masuk ke Datel Timur, kami pergi minggu kemarin ke daerah Prumpung. Mendaftar. Didapatlah nomor registrasi.
Sadar akan stigma buruk akan pelayanan yg lambat, tiwi nggak mau menunggu ajah dong… Wong lagi butuh juga jee
Sabtu pagi mendaftar, Sabtu sore udah nongkrong di pos keamanan STO Pondok Gede. Mencoba peruntungan mencari orang jaringan yang bisa diajak ngobrol besok-besok:D Alhamdulillah dapat satu contact person.

Hingga hari Selasa, tiwi pantau progressnya ke 147 nggak ada update apapun. “Sedang dalam proses…” Selalu begitu statusnya…
Sudah sadar akan konsekuensi ini, dan sudah tau bahwa teman-teman 147 hanyalah operator, bukan pemegang otoritas tindakan, contact person pun dihubungi.
Hehehe.. ngobrol hilir mudik dengan bahasa-bahasa khas yg sudah sangat tiwi kenal, akhirnya si Bapak sadar, bahwa dia sedang berhubungan dengan orang dr dunia yg sama. Obrolan pun jadi semakin enak dan lancar… Alhamdulillah…
Rabu ada tim survey yang memastikan ada titik di kotak drop point yg masih idle, lgs direserved. Kamis, mama membantu kami melakukan pembayaran, Kamis sore jg kabel ditarik ke rumah. Jum’at dilakukan instalasi IKR hingga telepon Kring.
Alhamdulillah… hanya 3 hari sebenarnya waktu yg dibutuhkan untuk melakukan hal tersebut… Kenapa diperlama yaa ?!
Tadi pagi giliran instalasi Speedy dilakukan. Sayangnya, hingga malam ini koneksinya belum bisa ditest, karena setelah menghubungi teman-teman di Speedy, ternyata port pada modul yg digunakan untuk nomor rumah sedang ada gangguan perangkat !! (bow… nasibnya…) Mereka menjanjikan Senin baru bisa normal. Lama yaa..?! Yuuhuuu… sesuai SLA nggak sih itu ?
Wallahua’lam yaa.. 😀 ditunggu saja lah…

Pokoknya sekarang identitas rumah kami sudah lengkap. Sudah ada nomor rumah, ada RT/RW, ada nomor PBB, ada nomor pelanggan PLN dan ada nomor telepon rumahnya jg lho !!
Hehehe… Alhamdulillah…

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Jum’at , 12-Sept-2008 17:01:28

T-Sel Jbtk : “Pendaftar mudik pesawat Yth, Anda menang 2 bh tiket JKT-SBY. Harap hadir untuk registrasi pd Sabtu sd Senin 13-15/09/08, utk info alamat, ketik : INFO kirim ke 4050”

Bwakakakak… Alhamdulillah… Berawal dari kegiatan iseng dan diniatkan untuk kepentingan diri sendiri, ujung-ujungnya malah menjadi yang terpilih.

Sumpeee… seumur idup Tiwi, yang namanya dapet doorprize tuw bisa diitung dengan jari di satu tangan saja… Itu doorprize ! Mau yg pesertanya buanyaaakkk, smp yg cuma 20 orang.

Buat tiwi, yg namanya rejeki emang kaya’nya nggak diizinkan berasal dari model-model beginian 😀 kudu kerja keras…

Jadi Jum’at kemarin akan tiwi kenang sebagai salah satu kejadian unik di kehidupan Tiwi.

Diantara lebih dari 50jt pelanggan operator tersebut (klaim mereka di iklan-iklan lho..) Tiwi menjadi salah satu yang beruntung…

Sayangnya, emang tetep belum rejeki. Tiwi terpaksa “menolak” hadiah Lebaran itu. Karena tiwi dan keluarga sudah punya tiket PP yang dibeli jauh-jauh hari sebelumnya.

Mudah-mudahan Tsel beneran memberikan jatah Tiwi kepada pelanggan terpilih lainnya supaya nggak jadi kesia-siaan yaa… Amiiinn…

Uhuy… jadi pengen nyoba lagi kapan-kapan :p

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Seminggu.
Waktu yg diberikan oleh Shiro kepada keluargaku untuk memelihara dia.
Dengan kasih sayang, dengan omelan-omelan (karena dia jarang mau makan dan minum susu), dengan pertengkaran (karena suami yang nggak suka dengan makhluk yang satu itu !)

Ditemukan mama dengan kondisi sangat mengenaskan…
Kulit yang terkelupas, ekos yang nyaris putus, daging kaki yang tersayat…
Langkah jalannya yang gemetar…
Semalaman merintih, tertindih tong sampah yang penuh dan berkarat. Pekerjaan anak-anak kecil kampung sebelah komplek kami…

Shiro. Nama yang diberikan mama. Karena kulitnya yang putih. Apalagi, saat sudah dibasuh dengan tissue basah milik Asha. Putih, sempurna.

Weekend yang lalu, dihabiskan oleh Tiwi dan adik-adik membersihkan lukanya.
Dengan alkohol, merendamnya bagian kaki dan pantatnya dengan Betadine. Membuat dia meronta-ronta kesakitan sepertinya.
Kalo’ tiwi bilang, dia menderita alzheimer 😀
Kalo’ pengasuh Asha lebih pintar sepertinya, katanya, mungkin tetanus… Makanya seluruh badannya selalu gemetar…

Setelah diobati, dia tidur dengan nyenyak di atas karung semen di taman kami yang terik, dan di sore harinya sudah bisa makan dengan lahap. Whiskas, yang dibelikan oleh tanti. “Ada sistem immunitasnya, katanya. Biar Shiro cepat sembuh.” Tidak mau yang lain.
Bahkan makanan Asha maupun susunya.
Manja sekali kamu, Shiro…

Seminggu bersama Shiro, tiwi seakan bisa merasakan perasaan orang tua yang anaknya sedang berjuang di inkubator, atau berjuang di rumah sakit…
Setiap pulang kantor, rasanya deg-degan jika harus mendengar kabar bahwa Shiro tidak mampu bertahan. Walaupun melihat usaha dia selama ini, kami yakin, dia adalah makhluk kecil yang tangguh.
Senang rasanya kalau ketika pulang, masih bisa mendengar suaranya. Nyaring. Mencari perhatian…

Asha pun bisa menandai keberadaan Shiro.
Jika ditanya, “Sha, meong…meong…”
Yang biasanya dia membalas dengan : “Pus…pus…”
sekarang dia akan menyahut, “Shiyyyoooooooo…”

Siang ini, saat akan pergi makan siang. Ada berita mengejutkan. Shiro meninggal.
Tadinya tiwi stress, karena dari kemarin persediaan Whiskas dia habis, dan semalam tiwi lupa membelikan. Tiwi takut, dia mati karena kelaparan…
Tapi kata mama, dia mati dengan cara lain. Keserempet mobil kami. Saat Asha minta main mobil di halaman bersama papanya.
Shiro meninggal.
Meninggalkan kami semua… Dengan luka yang masih ada di badan dia, dan luka yang tiba-tiba ada di perasaan kami.

Selamat jalan, Shiro. Sobat kecil kami yang tangguh.