Kata Bimbo, Berbuat Baik Janganlah Ditunda-tunda…

Udah lama juga yaa nggak diupdate blog ini 😀
Bahkan ulang tahun asha tahun ini pun belum sempat didokumentasikan di “rumah” sini. Duh, maaf yaa Nak… Mama-nya lagi banyak kerjaan males banget inih.

Tapi kali ini pengen banget bercerita kejadian tadi pagi.
Kejadian yang “biasa” banget sih. Cenderung memalukan malah. Tapi “ending”-nya beneran bikin kami berdua merenung di sisa perjalanan sepertinya 🙂

Jadi, tadi pagi motor yang kami tumpangi mogok di tengah jalan. Iya, mogok. Padahal motor ini terawat dengan service yang lumayan rutin. Ya wong mogoknya gara-gara kehabisan bensin :p Iya, iya.. motor masih tergolong “muda” kok. Indikator bensinnya juga masih berfungsi normal. Trus kenapa bisa sampe kehabisan bensin ? Wallahu a’lam lah itu yaa… Hanya pak Supir dan Allah yang bisa menjawabnya… 😀

Dan jujur aja, ini bukan pertama kali mengalami hal seperti ini. 1-2x sudah pernah lah. Tapi tadi pagi itu lumayan bikin keder juga. Bukan apa-apa.
Kalo’ mogoknya di tengah jalan model Gatot Subroto atau Casablanca mah mungkin lumayan tenang lah ya… Ada ojek, ada bus. Nyari bensin juga pasti jalan sedikit, ada lah pom bensin.
Nah, tadi pagi itu, mogoknya di dalam komplek AU Halim. Sekitar landasan lah. Yang punya akses lewat ke komplek Dwikora pasti tau medannya. Bener-bener jauh dari sarana publik pokoknya. Cuma da landasan, kantor-kantor TNI AU, dan komplek TNI. Sarana umum terdekat adalah Pasar Mini, yang jaraknya sekitar 5-7km lah dari lokasi mogok.

Jalanlah kami berdua.. Sambil menuntun motor, dan mengobrol supaya lupa sama capek-nya.
Sementara motor dan mobil war-wer di sebelah kami. Jalanan kosong, ngapain pelan-pelan kan ?! Jam sibuk di pagi hari pula. Pasti mereka bergegas ke tempat kerja masing-masing.

Ndilalah, ada seorang Bapak-bapak, memakai seragam tentara atribut lengkap, mengendarai sepeda ontel menyapa kami. “Gembos tha mas ban-nya ?”
“Ndak pak” sahut suami. “Mogok ini, kehabisan bensin”
Lanjutan penjelasan si Bapak selanjutnya benar-benar di luar dugaan. “Ooo, sampeyan belok kiri aja, satu belokan sebelum mentok, sampeyan belok kanan. Cari rumah yang ada sedan merah di depannya. Biasanya dia sedia bensin kok. Nggak bakal ada plang-nya, sampeyan ketok aja !”

WOW… Walaupun dengan sedikit keraguan keterangan itu akan membantu, kami berterima kasih kepada si Bapak karena sudah mau berhenti dan berniat membantu kami. Berjalanlah kami sesuai arahan beliau.
Dan yak, aba-abanya cukup jelas. Kami menemukan sedan merah terparkir di sebuah rumah yang tidak begitu besar. Dan tidak ada penanda apapun yang menerangkan rumah tersebut menjual bensin.

Dengan PD, kami ketok dan ucapkan salam. Seorang ibu yang sudah sepuh keluar.
[S] : “Ibu, mau tanya, ibu sedia bensin nggak ”
[I] : “Ooo, ada nak. Mau berapa botol ?”
[S] : “Dua saja bu, cukup kok kaya’nya. Asal jalan aja. Berapa bu ?”
[I] : “Sepuluh ribu saja nak…”

Dalam hati saya berpikir, dengan harga semurah itu (dengan lokasi yang ada jauh dari mana-mana, beliau bisa jadi spekulan yang menaikkan harga berapapun, saya yakin), nggak mungkin banget alasan beliau menyediakan stok bensin di rumahnya adalah untuk mencari keuntungan.

Si ibu bercerita sambil menuangkan bensin-nya.
“Memang ada saja mas yang suka mogok gini. Kadang malah anak sekolah, atau yang baru pulang main bola, atau petugas jaga. Jam 11 malem saja suka masih ada yang ngetok rumah. Kasian kan kalo’ mereka mogok di sini. Yaa, itung-itung menolong lah yaa… Ngebantuin mereka. Kadang sedih juga kalo’ bensin di rumah tinggal sebotol. Tapi asal nyala mesin aja sampe mereka nemuin pom lah yaa…”

Dueng…!! Rasanya nyesss gitu dengernya.
Niatnya itu mulia banget. Menolong orang. Bisa dibilang, semua orang yang diniatkan untuk ditolong ini orang yang belum dia kenal. Untuk menambah kenalan, katanya juga.

Ini Jakarta. Dan ternyata masih ada kok orang baik di sini. Walaupun dengan logat Jawa yang sangat medok.
Semoga keberkahan Allah selalu tercurah kepada Bapak dengan sepeda ontel-nya dan Ibu Penyedia Bensin sekeluarga yaa…
Jadi, kapan kita mau mulai berniat “Menolong Orang” yang bahkan belum kita kenal ? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *